Jakarta (ANTARA) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil menembus ekspor perdana produk furnitur ke Bora Bora, wilayah Polinesia Prancis.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi mengatakan UMKM tersebut menjadi salah satu pelaku usaha yang baru pertama kali melakukan ekspor dalam kegiatan pelepasan ekspor serentak di delapan daerah.

“Terdapat satu pelaku usaha yang baru 'pecah telur', baru pertama kali ini melakukan ekspor,” kata Fajarini dalam acara Pelepasan Ekspor Serentak di 8 Kota Cikarang, Jawa Barat, Rabu.

Pelaku usaha tersebut adalah CV Sorodjati Dharma Biru yang menyiapkan dua kontainer ekspor furnitur pada pengiriman perdana dengan nilai sekitar 80.504 dolar AS atau setara Rp1,34 miliar.

Baca juga: Kemendag petakan 741 desa untuk program desa ekspor mulai 2026

Total rencana pengiriman dari perusahaan tersebut mencapai sembilan kontainer dengan nilai ekspor sekitar 334.575 dolar AS atau setara Rp5,57 miliar, dengan tujuan pasar nontradisional di wilayah Polinesia Prancis.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan ekspor perdana UMKM tersebut merupakan hasil pendampingan dan fasilitasi pemerintah melalui program promosi dan business matching.

“Ini bagian dari program UMKM Bisa Ekspor,” kata Budi di acara yang sama.

Ia menilai perluasan akses pasar ke kawasan nontradisional menjadi salah satu strategi untuk memperkuat kinerja ekspor nasional di tengah dinamika perdagangan global.

Pewarta: Aria Ananda
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.