Karena itulah maka Presiden menegaskan bahwa anggaran yang besar ini harus bisa dimanfaatkan dan benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat Papua
Jakarta (ANTARA) - Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mengatakan bawa Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua yang dikembalikan dengan nilai yang penuh adalah bukti kecintaan Presiden Prabowo Subianto kepada masyarakat Papua.
Dia mengatakan sebelumnya Dana Otsus Papua itu nilainya sering dipotong sebagian. Namun kali ini, menurut dia, Prabowo mengembalikan nilainya menjadi Rp12 triliun lebih dan juga memberikan berbagai program, termasuk Makan Bergizi Gratis (MBG).
"Karena itulah maka Presiden menegaskan bahwa anggaran yang besar ini harus bisa dimanfaatkan dan benar-benar bisa dirasakan oleh masyarakat Papua," kata Natalius saat konferensi pers di Gedung Kementerian HAM, Jakarta, Rabu.
Dengan dikembalikannya dana otsus ke nilai penuh, menurut dia, anggaran yang masuk ke Papua itu hampir mencapai Rp50 triliun, yang sisanya dalam bentuk pelaksanaan berbagai program. Selain MBG, dia mengatakan program lainnya yakni kampung nelayan, pendidikan, dan program lainnya.
Menurut dia, pemerintah pusat meminta kepada pemerintahan di Papua untuk menggunakan dana tersebut demi meningkatkan kapasitas sosial dan ekonomi masyarakat. Di antaranya mengurangi angka kematian ibu, angka kematian anak, kemiskinan, stunting, tingkat buta huruf, hingga mengontrol inflasi serta harga kebutuhan.
"Maka indeks-indeks hak asasi manusia dalam konteks Ekosob (ekonomi, sosial, dan budaya) di Papua akan mengalami peningkatan dari sisi perspektif statistik," kata dia.
Selama ini, menurut dia, data-data statistik di Papua selalu menjadi yang terendah di Indonesia. Menurut dia, pemberian anggaran besar dari pemerintah untuk Papua harus meningkatkan kesejahteraan rakyat.
"Juga Bapak Presiden tegaskan supaya semua kita harus bangun untuk meningkatkan harga diri, martabat, dan harus rasa bahwa Indonesia itu bisa bahagia," katanya.
Baca juga: Menteri HAM minta pemda cegah kerawanan kasus intoleran jelang Natal
Baca juga: MenHAM dukung penguatan "mainstreaming human rights" bangun peradaban
Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.