Implementasi yang paling pokok adalah all out yang dilakukan oleh pemerintah
Kota Padang (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Pemberdayaan Masyarakat (PM) Muhaimin Iskandar menyebut pemerintah sudah sekuat tenaga (all out) dalam menangani dampak bencana hidrometeorologi yang melanda tiga provinsi di Sumatra.
"Implementasi yang paling pokok adalah all out yang dilakukan oleh pemerintah," kata Menko PM Muhaimi Iskandar di Kota Padang, Rabu.
Hal tersebut disampaikan Muhaimin Iskandar di sela-sela pelepasan 3.000 mahasiswa program kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Negeri Padang (UNP) ke sejumlah lokasi bencana di Provinsi Sumbar.
Terkait hingga kini pemerintah yang tidak menetapkan status bencana nasional terhadap kejadian bencana di Sumatra, Muhaimin mengatakan hal itu sebelumnya sudah dijelaskan oleh Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, arahan dan instruksi yang disampaikan kepala negara sudah jelas dan tegas agar semua menteri termasuk kepala daerah terus bekerja keras menangani dampak bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi.
"Ya, Presiden kemarin sudah memberikan pernyataan lengkap. Itu akan menjadi rujukan semua menteri untuk kerja keras, mewujudkan harapan Presiden itu," ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi menyebut berdasarkan kajian tahap awal, nilai kerugian akibat bencana di Ranah Minang mencapai Rp5,2 triliun. Untuk jangka pendek pemerintah provinsi tidak sanggup jika mengandalkan anggaran pendapatan belanja daerah (APBD).
"Dari kerusakan yang kita hadapi sekitar Rp5,2 triliun lebih, APBD kita tidak sanggup dalam waktu yang pendek," sebut Mahyeldi.
Oleh karena itu, sambung Mahyeldi, pemerintah provinsi sangat membutuhkan dukungan dari pemerintah pusat agar proses percepatan pemulihan dampak bencana bisa segera dituntaskan.
Baca juga: Muhaimin Iskandar pesankan pemberdayaan pada mahasiswa KKN kebencanaan
Baca juga: Menko PM bekali mahasiswa KKN UNP di tengah situasi bencana
Baca juga: Menko PM resmikan lagi rute ke Rembele percepat kirim bantuan ke Aceh
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.