Lubuk Basung (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar) mencatat lima dari 16 kecamatan di daerah itu kekurangan air bersih akibat bencana hidrometeorologi di daerah itu.

"Jaringan Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Masyarakat (Pamsimas) maupun hulu sungai tidak karena banjir dan longsor," kata Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono di Lubuk Basung, Rabu.

Ia mengatakan ke lima kecamatan itu yakni Kecamatan Tanjung Raya, Malalak, Ampek Koto, Palembayan dan Matur.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, PMI, relawan dan lainnya mendistribusikan air ke warga menggunakan mobil tangki.

"Pendistribusian air bersih menggunakan mobil tangki dan masyarakat menyediakan bak penampung air," katanya.

Dengan kondisi itu, dibutuhkan pipa air untuk memperbaiki jaringan yang rusak, agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari.

Banjir bandang dan tanah longsor mengakibatkan sejumlah titik tanah longsor yang mengakibatkan sumber air bersih rusak.

Bencana alam itu, mengakibatkan 192 orang meninggal dunia, korban belum ditemukan 72 orang dan korban dirawat delapan orang.

Rumah rusak ringan 472 unit, rusak sedang 290 unit, rusak berat 838 unit, fasilitas pendidikan yang rusak 114 unit, tempat ibadah yang rusak 11 unit.

Untuk jembatan yang rusak 49 titik, jalan yang rusak 69 titik, lahan pertanian yang rusak 1.948,23 hektare dan lainnya.

Baca juga: Dua rumah rusak di Labuah Agam akibat banjir bandang Selasa malam

Baca juga: Kabupaten Agam butuh Rp741,54 miliar perbaiki fasilitas rusak akibat bencana

Baca juga: Tim SAR harapkan pengiriman bantuan logistik banjir bandang via udara

Pewarta: Altas Maulana
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.