Jakarta (ANTARA) - Cabang olahraga gulat Indonesia menambah satu medali perak dan perunggu setelah memainkan pertandingan-pertandingan kategori putra di Pacific Park Shopping Center Sricacha, Chonburi, Jumat.
Medali perak disumbangkan oleh pegulat free style kelas 74 kilogram, Gilang Ilhazah, sedangkan medali perunggu disumbangkan oleh Zainal Abidin di kelas free style 57 kilogram.
Gilang mengawali penampilannya di fase grup dengan menang 3-1 atas pegulat Filipina Dargani Michael Andre asal Filipina. Ia kemudian menang 4-0 atas Chamnanjan Parinya asal Thailand.
Pada dua pertandingan penyisihan berikutnya, Gilang kalah 0-4 dari Can Tat Du asal Vietnam, sebelum kemudian menang 5-0 atas Amaral Manuel Baptista. Pertandingan kelas ini menggunakan sistem round robin, sehingga Gilang berhak mendapatkan medali perak berkat tiga kemenangan dan satu kekalahan.
Baca juga: Gulat Indonesia raih satu emas dan tiga perak greco-roman SEA Games 2025
Sedangkan perjalanan Zainal Abidin untuk memenangi medali perunggu dimulai dengan kekalahan 1-3 dari pegulat Filipina Ancheta Hayden Tyler Jenter, kemudian ia menang 4-0 atas Kaung Min Khant asal Myanmar.
Pada semifinal, Zainal kalah 0-4 dari Pham Nhu Duy asal Vietnam. Kekalahan di semifinal membuat ia berhak tampil di final match repechage untuk memperebutkan medali perunggu, yang kemudian ia amankan dengan kemenangan 3-1 atas pegulat Thailand Kaewkhuanchum Nattawut.
Langkah Gilang dan Zainal belum dapat disamai para pegulat free style Indonesia lainnya. Pegulat kelas Hamka kalah 1-3 dari Jumpakam Siripong pada perempat final kelas 57 kilogram.
Sedangkan pegulat kelas 86 kilogram, Fahriansyah, tampil sebanyak empat kali di penyisihan. Namun keempat laga Fahriansyah diakhiri dengan kekalahan yakni kalah 1-4 dari Tran Van Truong Vu (Vietnam), 0-5 dari Chamnanjan Chiranuwat (Thailand), 0-4 dari Dinette Gabriel Thomas (Filipina), dan 0-5 dari Chow Weng Luen Gary (Singapura).
Baca juga: Gulat Indonesia tambah dua perak dan dua perunggu di SEA Games 2025
Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.