Fujitsu hadirkan solusi pengelolaan dokumen berbasis digital

Fujitsu hadirkan solusi pengelolaan dokumen berbasis digital

Wana Sedayu, Business Development Application Service Fujitsu Indonesia, menjelaskan solusi terbaru Fujitsu dalam pengelolaab dokumen berbasis digital, Documal, di Jakarta, Kamis (26/11/2015). (ANTARA News/ Arindra Meodia)

Jakarta (ANTARA News) - Penyedia solusi bisnis berbasis TIK, Fujitsu,  memperkenalkan sistem pengelolaan dokumen perusahaan secara digital, Fujitsu Enterprise Application Documal.

"Documal merupakan solusi kami dalam membantu mengatur dokumen," kata Wana Sedayu, Business Development Application Service Fujitsu Indonesia, dalam temu media, di Jakarta, Kamis.

Lebih lanjut, Wana menjelaskan bahwa Fujitsu Documal merupakan solusi efektif untuk mengantisipasi tantangan dan kebutuhan perusahaan akan sistem pengelolaan dokumen yang terintegrasi, efisien, terkontrol dan meminimalisir kompleksitas pengelolaan dokumen yang dilakukan secara manual.

Documal dapat mengenali dan mengidentifikasi dokumen untuk kemudian dikategorikan sesuai jenisnya. Documal akan mengenali apakah dokumen tersebut adalah surat penagihan, surat kontrak atau dokumen-dokumen penting lainnya.

"Documal dapat melakukan diferensiasi, misal PO dan invoice yang mirip dapat diklasifikasikan dalam satu jenis, sementara agreement dimasukkan dalam kategori yang berbeda," ujar Wana.

Dalam kesempatan tersebut, Wana mendemonstrasikan pengunggahan dokumen di mana Documal membaca dokumen dalam waktu tiga detik, dan secara otomatis terunggah tanpa pengguna harus melakukan apapun.

Documal dapat menyimpan dokumen dalam bentuk apapun, termasuk video. Namun, sistem tersebut hanya dapat mengidentifikasi image, pdf dan microsoft office.

Dapat diinstal di sistem operasi Windows 7 dan Windows 8, Documal terintegarsi dengan email, sehingga memudahkan pengguna untuk berbagi informasi. Dari segi keamanan, seluruh dokumen dalam Documal disimpan dalam application server.

Tidak hanya itu, Documal juga mampu mengatur pendistribusian dokumen sesuai dengan kewenangan masing-masing. Hal tersebut menjadikan dokumen hanya dapat terdistribusi kepada pihak-pihak yang memiliki otoritas.

"Masing-masing dokumen akan berelasi karena kami mengedepankan informasi, tapi tidak semua dokumen bisa diakses. Dokumen tertentu hanya bisa diakses oleh divisi tertentu misalnya," kata Wana.

Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar