Brussels (ANTARA) - Dewan Uni Eropa (UE), Senin (22/12), memperbarui sanksi ekonomi besar-besaran terhadap Rusia selama enam bulan ke depan, memperpanjang langkah-langkah pembatasan blok tersebut hingga 31 Juli 2026.

Xinhua melaporkan, Selasa, menurut pernyataan Dewan UE, sanksi tersebut meliputi pembatasan luas di bidang perdagangan, keuangan, energi, teknologi dan barang dengan penggunaan ganda (dual use), industri, transportasi, serta barang mewah.

Langkah-langkah yang mencakup seluruh sektor tersebut pertama kali diberlakukan pada 2014 dan diperluas secara signifikan setelah Februari 2022.

Sanksi-sanksi itu juga mencakup larangan mengimpor atau mentransfer minyak mentah yang dikirim lewat laut dan produk minyak bumi tertentu dari Rusia ke UE, penghapusan sejumlah bank Rusia dari sistem Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT), serta penangguhan aktivitas penyiaran dan lisensi di blok tersebut untuk sejumlah outlet media yang didukung Rusia dan diduga menyebarkan disinformasi.

UE juga telah mengadopsi langkah-langkah tertarget dengan tujuan mencegah penghindaran sanksi, menurut pernyataan itu.

UE menyatakan pula pihaknya akan mempertahankan langkah-langkah tersebut jika tindakan Rusia terus berlanjut, serta menambahkan bisa memberlakukan langkah tambahan jika diperlukan.

Pernyataan tersebut menegaskan kembali komitmen UE untuk memberikan dukungan yang berkelanjutan kepada Ukraina.

Pekan lalu, Dewan Eropa menyetujui paket pinjaman senilai 90 miliar euro (satu euro sekitar Rp19.737) guna mendukung kebutuhan militer dan ekonomi Ukraina untuk dua tahun ke depan.


Pewarta: Xinhua
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.