Jakarta (ANTARA) - Gerakan Pemuda (GP) Ansor bersama Kelompok Usaha Gotong Royong BUMA Chicken Park (BCP) membangun usaha ayam broiler sebanyak 30.000 ekor di Subang, Jawa Barat, sebagai upaya pemberdayaan ekonomi serta mendukung Astacita Presiden Prabowo Subianto.

“Ini realisasi tahap pertama, Insya Allah akan ada realisasi berikutnya yang bisa menyeluruh ke tingkatan kader di seluruh Indonesia,” kata Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor Addin Jauharudin dalam keterangannya di Jakarta, Senin.

Addin menjelaskan sistem usaha yang dibangun GP Ansor harus kembali ke kader dan organisasi dalam hal pemanfaatannya, sekaligus mendukung program prioritas Presiden Prabowo soal ketahanan pangan.

“Bisa dikatakan ini upaya mengintegrasikan program Ansor di level paling bawah dengan program kedaulatan pangan yang digencarkan pemerintah,” kata dia.

Baca juga: Mentan ajak kader GP Ansor sinergi membangun kedaulatan pangan RI

Menurutnya, masing-masing kader di daerah bisa saling bergotong royong untuk membangun usaha ayam broiler. Kader bisa berkontribusi menjadi pemodal, penyewa lahan, hingga penyedia bibit ayam.

Program peternakan ayam broiler ini dikukuhkan pada Oktober silam di Bandung. Semangatnya adalah ekonomi kerakyatan yang berbasis pada potensi kader di desa-desa.

“Usaha ini memang untuk kader, sepenuhnya untuk kesejahteraan kader. Tolong dimaksimalkan,” katanya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sahabat Bintang Perkasa Syamsul Arifin mengatakan pengembangan usaha ayam yang berada di bawah manajemennya tersebut akan dilakukan pengawasan secara ketat dan berkala.

Baca juga: Dorong ekonomi desa, GP Ansor bentuk kelompok usaha peternakan ayam

“Meskipun Kelompok Usaha Gotong Royong adalah usaha kader untuk kader, prinsipnya tetap bisnis. Ke depan akan ada evaluasi berkala, penindakan termasuk juga apresiasi. Jadi mari berkolaborasi, dan bersama-sama berkontribusi untuk kader dan organisasi, terlebih bisa juga berdampak bagi masyarakat luas,” kata dia.

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2025

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.