Tim SAR hentikan pencarian wisatawan tenggelam di Raja Ampat

Tim SAR hentikan pencarian wisatawan tenggelam di Raja Ampat

Ilustrasi diving. Terumbu Karang Di Raja Ampat Koloni karang di perairan Sapropen, Raja Ampat, Papua Barat, Sabtu (23/8). Kepulauan Raja Ampat merupakan kawasan segitiga karang dunia (Coral Triangle) dengan pesona keindahan bawah laut yang menjadi daya tarik utama wisatawan. (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)

Manokwari (ANTARA News) - Tim Sar Kota Sorong telah menghentikan pencarian terhadap Daniel Djahjadi (52) wisatawan Indonesia yang dikabarkan tenggelam di perairan kepulauan Misool Kabupaten Raja Ampat pada 25 November 2015.

Kepala Bidang Operasional Kantor Sar Kota Sorong, Karel Rony Ileng di Sorong, Jumat mengatakan, tim yang ditugaskan melakukan pencarian di perairan Misol Raja Ampat sudah ditarik kembali ke Sorong.

Dia mengatakan, operasi pencarian dihentikan karena sudah mencapai tenggat waktu yang ditentukan yakni tujuh hari pencarian sesuai ketentuan Basarnas.

"Segala upaya sudah dilakukan tim untuk mencari korban namun tujuh hari pencarian tidak berhasil ditemukan dan sesuai prosedur pencarian dihentikan," katanya.

Dikatakan, meskipun operasi pencarian dihentikan dan korban dinyatakan hilang, namun tim SAR terus melakukan komunikasi dengan pihak keluarga korban maupun nelayan setempat guna mendapatkan informasi keberadaan korban.

"Apabila nantinya ditemukan adanya bukti atau tanda-tanda baru terkait keberadaan korban maka SAR akan kembali melakukan pencarian,"ujarnya.

Korban Daniel Djahjadi dilaporkan hilang saat diving di perairan Pulau Dua Distrik Misool, Kabupaten Raja Ampat pada Rabu (25/11). Korban melakukan diving bersama beberapa rekannya namun hingga sore hari korban tidak kembali ke kapal dan dinyatakan hilang sampai saat ini.

Pewarta: Ernes B Kakisina
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Senat, tikar serbaguna khas Pulau Paam Raja Ampat

Komentar