Manoj Punjabi rambah Hollywood

Manoj Punjabi rambah Hollywood

Pendiri MD Entertainment, Manoj Punjabi. (Ida Nurcahyani)

Jakarta (ANTARA News) - Sukses merajai industri hiburan Tanah Air, bos MD Entertainment, Manoj Punjabi mulai menarget Hollywood sebagai sasaran untuk mengembangkan bisnisnya di tahun 2016.

"Saya mau bikin film di Hollywood, saya sudah tanda tangan kontrak dengan PH Vega Baby yang berbasis di Los Angeles. Sebelumnya saya sudah penjajakan dengan Vega Baby ini sekitar dua tahun, chemistry-nya sudah kena. Sebagai langkah awal, saya akan bikin 10 hingga 15 film dalam lima tahun ke depan," kata Manoj  pada Sabtu di Jakarta.

Dua film pertama yang digarap bergenre horor berjudul "Afraid" dan "Curse of Poltergeist". Kedua film akan mulai proses pemilihan pemain bulan Januari 2016. Dipilihnya genre horor, menurut Manoj karena alasan perhitungan bisnis. Film horor paling gampang dijual. "Misi saya kan supaya uang kembali."

"Kami belum tahu apakah itu akan melibatkan bintang Indonesia atau tidak karena mulai syuting baru Maret, Januari baru casting," kata pria berusia 44 tahun itu.

Investasi yang ditanamkan adalah satu hingga lima juta dolar Amerika Serikat per judul film. "Saya rasa itu opportunity yang besar sekali saya bisa ambil market dunia, dan itu terbuka. Dengan memiliki networking dengan Barat maka itu akan menegaskan kekuatan saya di Indonesia dan sekitarnya, powernya akan luar biasa. Saya mau ambil market di sana karena ada potensi besar di sana."

Vega Baby sendiri merupakan perusahaan di bidang keuangan, produksi dan distribusi film berbasis di Los Angeles, Amerika Serikat. Film-film seperti "No Escape" (2015) yang dibintangi Owen Wilson dan Pierce Brosnan, "Gambit" (2012) dibintangi  Colin Firth, Cameron Diaz, dan Alan Rickman serta "Everly" (2015) yang dibintangi Salma Hayek.

Menurutnya, meski perekonomian sedang mengalami perlambatan, dirinya tetap berani melakukan langkah tersebut karena industri hiburan tak begitu terpengaruh perlambatan tersebut.

Langkah mendunia Manoj tersebut sebenarnya tak lepas dari kurangnya dukungan bagi pelaku industri film Indonesia di negeri sendiri, mengingat film Indonesia kurang bisa didistribusikan dengan baik, kalah  dibanding film luar negeri, khususnya film-film Hollywood. 

"Kita ini lone ranger, bioskop masih sedikit dan seminggu kita cuma bisa putar dua sampai tiga film, itu enggak cukup. Itu challenge di Indonesia. Kami ini kesulitan mendapatkan waktu penayangan," kata Manoj.

Sebelumnya, Kepala Badan Ekononomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf, menyatakan, dengan populasi nyaris 250 juta, Indonesia hanya memiliki 800 hingga 1.000 layar bioskop. Dengan jumlah penduduk yang ada, setidaknya Indonesia harus memiliki 20.000 layar.

Triawan mengatakan, setidaknya dibutuhkan waktu 13 tahun agar industri sinema Indonesia setara dengan industri-industri sinema internasional yang sudah lebih dulu maju.

Demi memajukan industri perfilman Indonesia, Manoj Punjabi mengaku mantap melangkah ke Hollywood. "Dengan saya go international, maka saya yakin industri ini akan semakin besar. Saya ke sana mau bikin duit bukan cuma masuk ke Hollywood dan gak jelas, karena begitu saya bisa menghasilkan uang di sana maka traack record saya akan bagus," katanya.

Sementara itu, untuk rencana bisnis di Indonesia, Manoj mengatakan MD Entertainment akan merilis 12 film pada 2016 termasuk prequel Habibie & Ainun yang sempat tembus box office pada 2014 dengan jumlah penonton nyaris lima juta. Selain itu juga ada Talak Tiga, Perjuangan Cintam Beauty and The Beast, Surga yang Tak Dirindukan (2), dan lain-lain.

Pewarta: Ida Nurcahyani
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar