Jakarta (ANTARA) - Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) mencatatkan total volume transaksi sebanyak 28.621 lot pada hari pertama perdagangan tahun 2026.
Transaksi tersebut terdiri dari transaksi multilateral sebanyak 3.778 lot, serta Transaksi Sistem Perdagangan Alternatif sebanyak 24.843 lot.
Direktur ICDX Nursalam dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa, mengatakan transaksi pada hari pertama perdagangan tahun 2026 memberikan optimisme pihaknya untuk terus tumbuh ke depan.
"Salah satu indikasinya adalah volume perdagangan pada hari pertama ini melebihi angka rata-rata transaksi harian pada tahun 2025. Untuk tahun 2026 ini, kami menargetkan pertumbuhan sebesar 20 persen dibandingkan tahun 2025," ujar Nursalam.
Baca juga: Bappebti catat tren positif perdagangan berjangka komoditas 2025
Secara National Value, pada perdagangan hari pertama total mencapai Rp130,3 triliun, yang terdiri dari Notional Value transaksi multilateral sebesar Rp843,5 miliar dan Notional Value transaksi sistem perdagangan alternatif sebesar Rp129,4 triliun.
Untuk transaksi multilateral, transaksi tertinggi ada di kontrak komoditas emas GOLDUDMic dengan volume 1.024 lot dan Notional Value sebesar Rp74,6 miliar.
Sementara itu, untuk transaksi sistem perdagangan alternatif, transaksi tertinggi ada di kontrak mata uang XAUUSD14 dengan volume transaksi sebanyak 6.780 lot dan Notional value sebesar Rp41,4 triliun.
Pewarta: Muhammad Heriyanto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.