Jakarta (ANTARA) - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) memperkuat rantai pasok dan mendorong standardisasi pengolahan biomassa lewat operasional Hub Biomassa Tasikmalaya dan Ciamis, Jawa Barat.

“Hub biomassa ini tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas produksi, tetapi juga sebagai pusat penguatan kualitas dan kepastian pasokan biomassa ke PLTU,” ujar Direktur Bioenergi PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop Situngkir dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Rabu.

Operasional Hub Biomassa Tasikmalaya dan Ciamis merupakan bagian dari penguatan ekosistem biomassa nasional berbasis konsep spoke hub.

Hub Biomassa Tasikmalaya dan Ciamis dikembangkan sebagai proyek percontohan yang mengintegrasikan potensi biomassa lokal, seperti limbah kayu dan limbah serbuk aren, dengan fasilitas pengolahan, pengujian kualitas, hingga distribusi ke Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Keberadaan hub ini diharapkan mampu meningkatkan kuantitas dan kualitas biomassa, memperkuat rantai pasok, serta mendorong standardisasi pengolahan biomassa di tingkat nasional.

Biomassa hasil pengolahan dari fasilitas ini direncanakan untuk mendukung program co-firing di PLTU Adipala dan PLTU Indramayu, sehingga berkontribusi langsung terhadap penurunan emisi dari pembangkit eksisting.

Hokkop menyampaikan bahwa pengembangan hub biomassa merupakan bagian dari komitmen PLN Group dalam menggantikan bahan bakar fosil secara bertahap dengan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

“Kami memulai dari skala kecil, namun dirancang untuk terus berkembang dengan melibatkan pemerintah daerah, BUMD, BUMDes, Koperasi, dan masyarakat lokal,” ujar Hokkop.

Lebih lanjut, Hokkop menekankan bahwa pemanfaatan limbah biomassa, termasuk limbah serbuk aren di Ciamis, memberikan dampak ganda, yakni pengurangan emisi karbon dan gas metana sekaligus menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat sekitar.

“Bioenergi adalah tentang memanfaatkan seluruh sumber daya hayati secara berkelanjutan. Kehadiran hub ini diharapkan menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus penopang ketahanan energi nasional,” kata dia.

Baca juga: PLN EPI bidik penggunaan biomassa 10 juta ton pada 2030

Baca juga: Kemenkop dan PLN EPI kembangkan ekosistem biomassa berbasis koperasi

Baca juga: PLN EPI tegaskan komitmen transisi energi lewat 'co-firing' biomassa

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Biqwanto Situmorang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.