Jakarta (ANTARA) - Selebritas dan penggemar olahraga Ibnu Jamil berencana mengikuti Cape Town Marathon di Afrika Selatan setelah meraih Six Stars Medal pada World Marathon Majors.
Ibnu meraih six star medal setelah menyelesaikan Boston Marathon pada April 2025, melengkapi catatan finisnya di Tokyo, London, Berlin, Chicago, dan New York Marathon.
"Untuk tahun ini saya fokus dulu di lomba yang ada di Indonesia. Untuk yang di luar negeri saya tahan dulu karena Alhamdulillah sudah dapat six stars," kata Ibnu dalam wawancara eksklusif baru-baru ini.
Ibnu menambahkan, marathon terakhir yang menambah koleksi enam gelarnya adalah Sydney Marathon pada Agustus 2025.
Dia juga berencana untuk Shanghai Marathon. Dua ajang lari itu masih menunggu pengakuan resmi sebagai bagian World Marathon Majors sebelum memastikan ikut serta.
"Kalau dua race itu sudah dapat label world major marathon, baru saya mau ikut. Sekarang masih dalam proses verifikasi, mungkin tahun depan atau dua tahun lagi," kata Ibnu.
Ia mengaku belum bisa memastikan jadwal pasti karena menunggu hasil verifikasi resmi.
Meski begitu, Ibnu tetap aktif di marathon dalam negeri, termasuk Maybank Marathon, yang telah diikutinya lima kali.
Baca juga: Maybank Marathon 2026 digelar 23 Agustus
Tahun ini, ia mempertimbangkan mengikuti nomor half marathon karena lebih sesuai dengan jadwal syuting film dengan mempertimbangkan persiapan latihan yang terbatas.
"Half marathon itu nomor favorit saya. Tidak terlalu dekat, tapi juga tidak terlalu jauh. Kalau full marathon, persiapannya lebih banyak, dan sekarang jadwal syuting membuat latihan saya tidak bisa terlalu intens," ujar Ibnu.
Selain kesiapan fisik, dukungan keluarga menjadi kunci utama konsistensinya dalam olahraga lari.
Ibnu menyatakan istrinya, Ririn Ekawati, juga aktif berlari, sehingga semua persiapan, mulai nutrisi, hingga perlengkapan lari, dipahami dan didukung oleh keluarga.
"Dukungan datang bukan hanya dari diri sendiri, tapi dari keluarga, istri, bahkan anak. Suasana di rumah itu kalau sudah bicara soal lari, semuanya nyambung," kata Ibnu.
Menariknya, ketertarikan lari juga menular kepada anaknya tanpa adanya paksaan. Bahkan, anaknya sempat mengikuti ajang lari.
Pengalaman tersebut menurut Ibnu menjadi hal paling berharga dari aktivitas berlari dalam keluarga.
"Saya tidak pernah menyuruh. Tapi ketika kami bersiap lari, anak minta ikut. Itu datang dari kemauan sendiri, tidak ada pressure sama sekali," ujar Ibnu.
"Yang paling indah itu ketika olahraga dilakukan karena kemauan sendiri, bukan karena disuruh. Ini dampak positif yang besar, apalagi menular ke anak."
Baca juga: Lomba half-marathon robot humanoid di Beijing E-Town pada April 2026
Pewarta: Arindra Meodia
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.