Ratusan warung, kios di Pasar Martapura terbakar

Ratusan warung, kios di Pasar Martapura terbakar

Ilustrasi. Kebakaran Pasar Sentral Sungguminasa. Sejumlah warga menyaksikan kebakaran di Pasar Sentral Sungguminasa, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Selasa (15/9) malam. Meski tidak ada korban jiwa pada kebakaran tersebut namun sedikitnya ratusan kios dan lapak hangus terbakar dan penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan. (ANTARA FOTO/Abriawan Abhe)

Martapura (ANTARA News) - Pasar barang bekas Martapura, Kalimantan Selatan, Rabu malam sekitar pukul 19.30 WITA, terbakar hingga membuat ratusan warung dan kios di los pasar hangus.

Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar Nasrun Syah di Kota Martapura, mengatakan pihaknya masih belum bisa memastikan jumlah warung dan kios yang hangus terbakar.

"Jumlah pastinya warung dan kios yang terbakar belum diketahui, nanti ada pendataan dari PD Pasar," ujarnya ditemui di sela-sela meninjau lokasi kebakaran tersebut.

Menurut Nasrun didampingi Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banjar Noor Sunarto, pihaknya juga belum bisa memastikan kerugian akibat kebakaran itu.

Dijelaskan Sunarto, bagian pasar yang terbakar berada di belakang dan dikenal sebagai pasar sepeda dan barang bekas lainnya seperti baju dan barang kelontongan.

"Konstruksi bangunan sebagian besar dari kayu dan semi permanen sehingga mudah terbakar. Beruntung, mobil pemadam berhasil mengatasi api sekitar satu jam," ucapnya.

Petugas bagian pendataan PD Pasar Kholili, jumlah warung dan kios yang terbakar mencapai ratusan buah yang terdiri dari pasar sepeda bekas, kios dan los penjual kelontongan.

"Jumlah kios sembako beratap seng sebanyak 36 buah, dan bak semi permanen sebanyak 195 buah yang sebagian digunakan pedagang baju bekas serta los pasar sepeda," ujarnya.

Kapolres Banjar AKBP Kukuh Prabowo mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan penyebab kebakaran yang menghanguskan ratusan warung dan kios tersebut.

"Kami sudah menurunkan petugas dan hasilnya masih dalam penyelidikan soal penyebab kebakaran juga masih belum diketahui, masih diselidiki," katanya.

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar