Desa Gunung Meraksa kembali dilanda banjir setelah sebelumnya terjadi bencana alam serupa pada awal Januari 2025
Baturaja (ANTARA) - Ratusan rumah warga Desa Gunung Meraksa, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan (Sumsel), dilanda banjir akibat luapan air Sungai Wal.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU Januar Efendi melalui Manager Pusdalops Gunalfi di Baturaja, Selasa, mengatakan curah hujan tinggi yang terjadi pada Senin (12/1) malam hingga pagi hari menimbulkan banjir di desa setempat.
"Desa Gunung Meraksa kembali dilanda banjir setelah sebelumnya terjadi bencana alam serupa pada awal Januari 2025," katanya.
Dia mengatakan peningkatan debit air Sungai Wall berdampak pada terjadinya banjir setinggi satu meter di sejumlah permukiman warga yang berada di bantaran sungai.
Baca juga: BPBD: 343 rumah warga Kabupaten OKU terdampak banjir
Meskipun tidak ada korban jiwa, kata dia, namun tercatat sebanyak 164 rumah warga di desa setempat direndam banjir hingga mengganggu aktivitas masyarakat di daerah itu.
Mendapat laporan dari masyarakat, pihaknya bergerak cepat menuju lokasi bencana alam untuk membantu evakuasi korban ke tempat yang aman.
Dalam proses evakuasi, kata dia, BPBD menerjunkan satu perahu karet untuk mengangkut korban banjir ke tempat yang aman guna mengantisipasi korban jiwa.
Baca juga: Warga Desa Tanjung Kemala OKU terisolasi akibat banjir
"Kami sudah berkoordinasi dengan pihak kecamatan dan pemerintah desa setempat untuk terus melakukan pemantauan perkembangan situasi di lapangan," katanya.
Selain itu sejumlah peralatan pun telah disiagakan sebagai langkah antisipasi guna mengantisipasi bencana susulan yang lebih besar.
Dalam kesempatan tersebut, ia mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di dekat bantaran sungai, agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan bencana susulan.
Baca juga: BPBD: 103 rumah warga di OKU Sumsel terdampak banjir
Pewarta: Edo Purmana
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.