Sekitar pukul 16.30 WIT, KM Prestige Voyager mengantarkan para tamu untuk kegiatan menyelam di Perairan Yanggefo. Kemudian sekitar pukul 17.30 WIT kapal bertolak mencari tempat berlindung karena cuaca buruk
Raja Ampat (ANTARA) - Kapal wisata KM Prestige Voyager yang membawa 19 turis asal China dan lima wisatawan domestik sempat kandas selama sekitar empat jam di Perairan Pulau Aroborek, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya, akibat menghindari cuaca buruk.
Kasat Polair Polres Raja Ampat Ipda Feni Maulana di Raja Ampat, Kamis, mengatakan kapal tersebut sebelumnya mengantarkan wisatawan untuk melakukan aktivitas menyelam di Perairan Yanggefo pada Selasa (13/1).
“Sekitar pukul 16.30 WIT, KM Prestige Voyager mengantarkan para tamu untuk kegiatan menyelam di Perairan Yanggefo. Kemudian sekitar pukul 17.30 WIT kapal bertolak mencari tempat berlindung karena cuaca buruk,” ujarnya.
Ia menjelaskan nakhoda memutuskan menuju Yenbeser sebagai lokasi berlindung, karena saat itu angin bertiup cukup kencang dari arah barat laut, dengan tujuan menjaga keselamatan penumpang, kapal, dan kru.
Baca juga: Basarnas berhasil selamatkan penumpang kapal kandas di Gilimanuk
Namun dalam perjalanan mencari perlindungan, lanjutnya, kapal mengalami kandas akibat kondisi air laut surut di sekitar Perairan Pulau Aroborek.
“Kapal mengalami kandas di titik koordinat 0°30’902’’ LS dan 130°33’170’’ BT. Nakhoda kemudian berupaya melakukan olah gerak untuk mengeluarkan kapal dari lokasi kandas,” katanya.
Upaya tersebut berhasil setelah kondisi air laut kembali pasang. Sekitar pukul 22.30 WIT, kata dia, kapal berhasil keluar dari lokasi kandas dan selanjutnya mencari tempat yang aman untuk lego jangkar.
“Sekitar empat jam kemudian, saat air pasang, kapal sudah kembali dapat beraktivitas seperti biasa,” ucapnya.
Baca juga: Tim SAR Anambas evakuasi pelajar alami hipotermia di kapal kandas
Ipda Feni memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh penumpang, baik wisatawan asing maupun domestik, tetap berada di atas kapal dalam kondisi aman.
“Total penumpang terdiri atas 19 orang warga negara China dan lima orang warga Indonesia, seluruhnya dalam keadaan baik,” ujarnya.
Saat ini pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lanjutan, termasuk pengecekan di dasar laut untuk memastikan apakah insiden kandas tersebut menyebabkan kerusakan terumbu karang.
“Anggota kami masih melakukan pengecekan di dasar laut untuk mengetahui tingkat kerusakan, apakah ada karang yang terdampak atau tidak. Masih dalam proses penyelidikan,” kata Ipda Feni.
Ia menambahkan posisi terakhir kapal dilaporkan telah kembali menuju Sorong.
Baca juga: Basarnas evakuasi dua WNA China korban kapal tenggelam di Sanur Bali
Pewarta: Yuvensius Lasa Banafanu
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.