counter

"Si Juki" karya Faza Meonk menangi penghargaan Webtoon

"Si Juki" karya Faza Meonk menangi penghargaan Webtoon

Komikus Indonesia Faza Meonk memenangi penghargaan Global Popularity Award dalam Webtoonist Day 2015 di Seoul, Jumat (18/12).

Jakarta (ANTARA News) - Komikus Indonesia Faza Meonk memenangi penghargaan Global Popularity Award dalam Webtoonist Day 2015, di Seoul, Jumat, lewat karya berjudul Si Juki. 

Webtoonist Day adalah acara akhir tahun di mana para komikus platform komik digital Line Webtoon saling berkumpul. Ada berbagai penghargaan yang diberikan untuk Webtoonist Korea Selatan, namun ada pula kategori yang diberikan untuk komikus di luar Korea Selatan.

"Kategori Global Popularity Award untuk komik yang populer di Webtoon selain Korea, 'Si Juki' yang menang," kata Faza, saat dihubungi dari Jakarta, Jumat malam.

Faza sama sekali tidak tahu-menahu akan mendapatkan penghargaan atas komik yang dianggap populer di luar Korea Selatan itu. 

Kedatangannya ke Korea Selatan bersama komikus Indonesia lain seperti Sweta Kartika (Piraku x Piraku), Dewe & Beny (Super Santai), dan Nurfadli Mursyid (Tahilalats), adalah untuk menghadiri pesta pertemuan para komikus Webtoon.

"Saya juga tidak tahu ada award, yang pasti diundang ke acara party komikus Webtoon," ujar Faza yang bertemu dengan para webtoonist Korea Selatan.

Si Juki Lika Liku Anak Kos adalah salah satu komik Indonesia pertama yang hadir di Webtoon sejak April silam. Setelah kisah Juki sebagai anak kos tamat, Faza kembali berkarya di platform digital ini melalui judul Si Juki Kisah Kusut Dunia Dongeng.

Saat ini, beberapa karya komikus lokal telah meramaikan Webtoon Indonesia yang juga berisi terjemahan komikus luar Indonesia. 

Belum ada karya komikus Indonesia yang diterjemahkan ke Webtoon edisi bahasa lain, seperti Inggris dan Korea Selatan. 

Menurut Faza, belum ada rencana menerjemahkan, Si Juki, ke dalam bahasa lain. 

"Tapi sekarang webtoonist lain jadi tahu Si Juki," pungkas dia.

Pewarta: Nanien Yuniar
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2015

Komentar