Perpusnas mendukung sekolah rakyat sebagai program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto. Selain kita membantu dalam bentuk buku dan rak, kita juga membantu dalam bentuk anjungan baca digital
Jakarta (ANTARA) - Perpustakaan Nasional (Perpusnas) mendukung peningkatan literasi di Sekolah Rakyat dengan anjungan baca digital yang memungkinkan para siswa mengakses bahan bacaan hingga mengunggah hasil karya tulis atau publikasinya secara online.
"Perpusnas mendukung sekolah rakyat sebagai program strategis nasional Presiden Prabowo Subianto. Selain kita membantu dalam bentuk buku dan rak, kita juga membantu dalam bentuk anjungan baca digital," kata Sekretaris Utama Perpusnas Joko Santoso di Jakarta, Selasa.
Ia menjelaskan, anjungan baca digital tersebut diisi dengan konten-konten buku digital, termasuk yang dihasilkan oleh siswa Sekolah Rakyat untuk bisa diakses melalui anjungan baca digital.
"Itu salah satu yang terkait dengan pengembangan perpustakaan digital di anjungan Sekolah Rakyat," ucap Joko.
Baca juga: Siswa Sekolah Rakyat belajar di Perpusnas rasakan literasi inklusif
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto juga mengapresiasi Perpusnas yang memfasilitasi siswa di Sekolah Rakyat dengan buku-buku berkualitas saat mengunjungi Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Dalam kunjungannya ke Sekolah Rakyat Terintegrasi 9 Banjarbaru pada Senin (12/1), Presiden Prabowo juga meninjau perpustakaan sekolah yang merupakan salah satu bentuk dukungan Perpusnas dalam penguatan literasi dan akses bahan bacaan bagi peserta didik.
"Mereka bisa akses ya, lewat online buku digital dapat dibaca," ucap Presiden Prabowo dalam keterangan resmi dari Perpusnas yang diterima di Jakarta, Selasa.
Baca juga: IPI-Neliti bangun repositori perluas jangkauan perpustakaan digital RI
Berkat dukungan Perpusnas, Sekolah Rakyat kini memiliki ribuan koleksi buku cetak. Terdapat juga Anjungan Baca Digital (ABD) yang memungkinkan siswa mengakses koleksi digital secara daring.
Sementara itu Kepala Perpusnas E. Aminudin Aziz mengemukakan pihaknya mengutamakan pelayanan publik untuk tiga program prioritas pada 2025, yakni penguatan budaya membaca dan peningkatan kecakapan literasi, pengarusutamaan naskah Nusantara, serta standardisasi dan akreditasi perpustakaan.
“Kegiatan literasi itu akan berhubungan langsung dengan masyarakat. Akses masyarakat untuk bisa membaca di Perpusnas, di perpustakaan desa, kabupaten/kota, provinsi, tetap kami utamakan supaya mereka tetap memiliki kesempatan luas untuk meningkatkan budaya membaca dan kecakapan literasinya," kata Aminudin.
Baca juga: Kunjungi perpustakaan Sekolah Rakyat, Presiden apresiasi Perpusnas
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.