Banda Aceh (ANTARA) - Tim Badan SAR Nasional (Basarnas) mengevakuasi anak buah kapal (ABK) berasal dari Filipina karena sakit saat pelayaran dengan kapal tanker tempat mereka bekerja di perairan Provinsi Aceh.
Kepala Basarnas Banda Aceh Ibnu Harris Al Hussain di Banda Aceh, Selasa, mengatakan ABK berasal dari Filipina tersebut bernama Gaetos Ferdinand Jr Vengazo (32). Ia ABK MT V Glory, kapal tanker berbendera Kepulauan Marshall.
"Korban dievakuasi karena sakit perut di bagian kanan, sehingga membutuhkan penanganan medis lebih lanjut. Korban dievakuasi dari kapal tempat bekerja," kata dia.
Ia menyebutkan evakuasi berlangsung di perairan dekat Pulau Weh, Kota Sabang, Provinsi Aceh. Evakuasi menggunakan kapal SAR KN Kresna yang berangkat dari Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh.
Sebelumnya, Basarnas Banda Aceh menerima informasi dari agen pelayaran pada Selasa, pukul 07.30 WIB terkait dengan permintaan evakuasi medis seorang anak buah kapal MT V Glory karena sakit
Baca juga: Tim SAR Ternate evakuasi ABK bekerja di kapal asing
Saat itu, katanya, kapal tanker minyak mentah tersebut berlayar dari Pelabuhan Gwangyang, Korea Selatan menuju Pelabuhan Zirku, Uni Emirat Arab.
"Dari informasi tersebut, kami berkoordinasi dengan pihak MT V Glory untuk menentukan titik koordinat evakuasi korban. Evakuasi menggunakan kapal SAR KN Kresna 232," katanya.
Selanjutnya, KN Kresna bergerak dari Pelabuhan Ulee Lheue, Kota Banda Aceh menuju lokasi evakuasi di perairan. Lokasi evakuasi berjarak sekitar tujuh nautikal mil atau mil laut dari Pelabuhan Ulee Lheue.
Setibanya di lokasi yang disepakati, KN Kresna merapat ke MT V Glory. Tim evakuasi kemudian menaiki kapal tanker tersebut, memeriksa kesehatan dan dokumen keimigrasian ABK tersebut. Setelah dinyatakan tidak membawa penyakit menular, ABK itu dipindahkan ke KN Kresna.
"Selanjutnya, korban dibawa ke Pelabuhan Ulee Lheue untuk dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin Banda Aceh, menggunakan ambulans untuk penanganan lebih lanjut," kata dia.
Ia mengatakan proses evakuasi melibatkan petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan, Balai Karantina Kesehatan, Bea Cukai, Imigrasi, TNI AL, Syahbandar, agen pelayaran, serta pihak terkait lainnya.
"Dengan selesainya evakuasi ABK warga negara Filipina tersebut, maka operasi SAR ditutup dan semua personel dikembalikan ke instansi masing-masing," kata Ibnu Harris Al Hussain.
Baca juga: Basarnas Ambon evakuasi ABK kapal kargo asing di Kepulauan Aru
Baca juga: Tim SAR gabungan evakuasi WNA Rumania yang alami cedera di tengah laut
Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.