Data kerusakan tambak rakyat tersebut akan divalidasi ulang untuk mendapatkan data yang lebih valid. Tambak rakyat tersebut direhabilitasi pada tahun ini dan diperkirakan selesai dalam waktu tiga tahun
Banda Aceh (ANTARA) - Dinas Kelautan Perikanan (DKP) Provinsi Aceh mencatat seluas 30,7 ribu hektare tambak rakyat rusak akibat banjir bandang yang melanda provinsi ujung barat Indonesia tersebut.
"Luas tambak rakyat yang rusak akibat bencana hidrometeorologi pada akhir November 2025 di Provinsi Aceh mencapai 30,7 ribu hektare. Tambak rakyat yang rusak tersebut tersebar di sembilan kabupaten/kota di Provinsi Aceh," kata Pelaksana Harian (Plh) Kepala DKP Provinsi Aceh Kariamansyah di Banda Aceh, Kamis.
Ia menyebutkan Kabupaten Aceh Utara dengan tambak rakyat terluas yang rusak akibat bencana banjir tersebut, mencapai 10,6 ribu hektare.
Kemudian, kata dia, Kabupaten Aceh Timur dengan kerusakan seluas 7.094 hektare. Sedangkan kerusakan tambak rakyat di Kabupaten Bireuen mencapai 4.945 hektare.
Baca juga: Bupati perjuangkan pemulihan 22 ribu hektare tambak rusak
Sementara kerusakan tambak rakyat di Kabupaten Aceh Tamiang mencapai 3.435 hektare, Kabupaten Pidie dengan luas 1.759 hektare, dan Kabupaten Pidie Jaya mencapai 1.756 hektare.
"Serta kerusakan tambak rakyat di Kota Langsa dengan luas 786 hektare, Kota Lhokseumawe mencapai 304 hektare, dan di Kabupaten Aceh Barat mencapai 3,67 hektare," kata Kariamansyah.
Selain tambak, kata dia, kerusakan juga dialami saluran air ke tambak. Total saluran air tambak yang mengalami kerusakan akibat bencana hidrometeorologi tersebut sepanjang 629 kilometer.
Baca juga: 1.500 hektare lahan sawah di Aceh Barat yang rusak mulai ditanami padi
Saluran tambak dengan kerusakan terpanjang ada di Kabupaten Aceh Utara dengan panjang 333 kilometer dan Kabupaten Bireuen sepanjang 170,87 kilometer.
Sedangkan kerusakan saluran tambak di Kabupaten Pidie Jaya mencapai 50,95 kilometer, Kabupaten Aceh Timur sepanjang 50 kilometer, dan Kabupaten Aceh Tamiang sepanjang 20 meter.
"Data kerusakan tambak rakyat tersebut akan divalidasi ulang untuk mendapatkan data yang lebih valid. Tambak rakyat tersebut direhabilitasi pada tahun ini dan diperkirakan selesai dalam waktu tiga tahun," kata Kariamansyah.
Baca juga: Aceh Utara usulkan revitalisasi 11.929 hektare sawah kepada Mentan
Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.