Beijing (ANTARA) - Dalam upaya memperkuat kerja sama internasional di sektor kesehatan, khususnya dalam penelitian dan studi laboratorium, sistem informasi kesehatan, teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) medis, pendidikan dan pengembangan fasilitas kesehatan, serta standardisasi industri alat kesehatan, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Republik Indonesia (RI) dr. Benjamin Paulus Octavianus baru-baru ini melakukan kunjungan kerja ke China.
Kunjungan kerja tersebut mencakup tiga kota, yaitu Xuzhou di Provinsi Jiangsu, Hefei di Provinsi Anhui, dan Hangzhou di Provinsi Zhejiang. Dalam kunjungan itu, wamenkes dan delegasi Indonesia melakukan pertemuan dengan berbagai mitra strategis di bidang kesehatan digital dan teknologi medis.
Salah satu hasil penting dari kunjungan tersebut adalah penandatanganan nota kesepakatan (Memorandum of Arrangement/MoA) dengan Xuzhou Medical University (XZMU) tentang Pembentukan Laboratorium Bersama China-Indonesia untuk Pengobatan Digital dan Kesehatan Proaktif.
Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara pemerintah RI dengan pemerintah Republik Rakyat China di bidang kesehatan dan standardisasi medis, yang telah ditandatangani pada 9 November 2024 di Beijing dan disaksikan oleh presiden kedua negara.
Benjamin menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah strategis dalam mempercepat transformasi sistem kesehatan nasional Indonesia melalui penguatan riset dan pemanfaatan teknologi digital dan AI medis yang aman dan terstandardisasi yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.
"Kerja sama ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan sistem kesehatan digital dan penerapan AI medis yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan aksesibilitas layanan kesehatan bagi masyarakat Indonesia," ujar Benjamin.
Dalam kunjungan tersebut, delegasi Indonesia juga meninjau penerapan langsung teknologi AI pada layanan kesehatan primer, serta pengembangan alat diagnostik tuberkulosis berbasis Tes Cepat Molekuler (Molecular Rapid Testing/MRT). Pemerintah Indonesia mendorong transfer teknologi dan penguatan industri alat kesehatan dalam negeri, termasuk rencana pengembangan fasilitas produksi MRT di Indonesia.
Benjamin menegaskan bahwa segala bentuk kerja sama kesehatan internasional dilakukan dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip transfer teknologi, peningkatan kapasitas nasional, serta perlindungan dan kedaulatan data kesehatan.
Kunjungan kerja ini diharapkan dapat membangun fondasi yang berkelanjutan bagi kerja sama Indonesia-China dalam pengembangan inovasi berbasis kesehatan digital, sekaligus memperkuat kapasitas riset nasional untuk mendukung prioritas pembangunan kesehatan, termasuk percepatan pemberantasan tuberkulosis dan penguatan layanan kesehatan primer.
Pewarta: Xinhua
Editor: Natisha Andarningtyas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.