Jakarta (ANTARA) - Menteri Koperasi Ferry Juliantono meyakini integrasi data nasional melalui Satu Data Indonesia dapat mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih.
“Satu Data akan membuat kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto lebih efektif, termasuk dalam program Kopdes Merah Putih,” kata Ferry saat peluncuran Kolaborasi Satu Data Indonesia yang diinisiasi oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dalam keterangan pers di Jakarta, Senin.
Kolaborasi Satu Data Indonesia adalah inisiatif pemerintah untuk menyatukan, mengintegrasikan, dan memastikan validitas data lintas kementerian, lembaga, dan daerah sehingga pembangunan nasional dapat berbasis data akurat, presisi, dan terkoordinasi.
Menkop mengakui salah satu kendala pembangunan Kopdes Merah Putih adalah ketersediaan data presisi di tingkat desa, termasuk jumlah kepala keluarga pengguna LPG 3 kg maupun pupuk bersubsidi.
Baca juga: Jawa Timur raih peringkat satu Indeks Satu Data Indonesia 2025
Untuk menjawab tantangan tersebut, pihaknya telah melakukan percobaan aplikasi presisi, pengumpulan data melalui numerator, hingga analisis berbasis kecerdasan buatan (AI).
Menkop menekankan bahwa validitas data kini menjadi kebutuhan mendesak agar tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Ia menilai potensi persoalan tersebut hanya dapat diantisipasi melalui kerja kolaboratif lintas kementerian dan lembaga, sehingga integrasi data benar-benar terjaga dan dapat mendukung kebijakan pembangunan secara tepat sasaran.
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.