Perwira menengah India tewas dalam serangan di pangkalan udara

Pathankot, India (ANTARA News) - Empat lagi tentara India, termasuk seorang perwira menengah, tewas akibat luka setelah serangan tersangka kelompok keras atas pangkalan Angkatan Udara India di dekat perbatasan Pakistan. Ini membuat jumlah korban tewas menjadi 11 orang, kata pejabat, Minggu.

Tujuh tentara, termasuk seorang atlet menembak dan empat penyerang, tewas di Pangkalan Udara Pathankot, Provinsi Punjab, India utara, setelah pelaku bersenjata berat, yang dicurigai berasal dari kelompok Jaish-e-Mohammed, yang berada di Pakistan, menerobos masuk pangkalan kunci tersebut pada Sabtu pagi.

Pangkalan udara itu adalah sasaran yang tidak lazim diserang di luar wilayah bergolak Kashmir, yang mengancam merusak hubungan dengan Pakistan, yang belakangan membaik.

Peristiwa itu terjadi sepekan setelah Perdana Menteri India, Narendra Modi, berkunjung dadakan ke Pakistan, yang menjadi kunjungan pertama perdana menteri India dalam 11 tahun belakangan.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyebut kejadian itu sebagai serangan teroris mengerikan dan mendesak kedua pihak bersaing itu bekerja sama memburu yang bertanggung jawab atas serangan di pangkalan militer tersebut.

Seorang pejabat militer India yang tidak menyebutkan namanya, berkata kepada media, salah satu di antara korban tewas seorang letnan kolonel di pasukan komando elit Penjaga Keamanan Nasional India.

Pejabat itu mengatakan aparat tersebut beserta dua orang tentara lainnya terluka pada minggu saat sebuah bom yang mereka coba jinakkan meledak pada saat pencarian di lokasi.

Juru bicara Angkatan Udara India, Rochelle D'Silva, mengatakan, tiga dari 12 tentara yang terluka dalam pertempuran itu meninggal di rumah sakit pada Minggu.

Satu di antara korban tewas, Subedar Fateh Singh, seorang peraih medali emas dalam Kejuaraan Menembak Persemakmuran di New Delhi pada 1995. Singh terbunuh pada awal penembakan yang berlangsung hampir 14 jam itu.

Pangkalan Udara Pathankot menyimpan sejumlah pesawat jet tempur dan merupakan tempat yang penting dikarenakan lokasi strategisnya yang terletak sekitar 50 kilometer dari perbatasan Pakistan.

Pada Juli, tiga orang penembak yang mengaku merupakan bagian dari kelompok militan Lashkar-e-Taiba dari Pakistan membunuh tujuh orang termasuk empat aparat polisi dalam sebuah serangan di provinsi Punjab yang mayoritas berpenduduk kelompok Sikh.

Pihak berwenang memberlakukan siaga tinggi di Punjab pada Jumat setelah lima pelaku bersenjata dengan mengenakan seragam militer membajak mobil yang dikemudikan seorang aparat polisi senior. Yang kemudian ditemukan dalam keadaan ditinggalkan di jalan tol yang menghubungkan Pathankot dengan Kashmir.

Belum jelas apakah hal itu berhubungan dengan serangan Sabtu lalu.

Pejabat kepala polisi Pathankot, Kunwar Vijay Pratap Singh, mengatakan pencarian akan diteruskan hingga mereka merasa wilayah itu terbebas dari para militan maupun persenjataan militer.

"Kami memperkirakan terdapat sejumlah bom di lokasi kejadian. Itu akan menghabiskan waktu untuk membersihkan wilayah. Kami masih dalam siaga tinggi," kata Singh kepada media.

Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Marak serangan teroris, Presiden panggil tokoh lintas agama

Komentar