...Ini kalau persentase pembersihan gelondongan kayu sudah sekitar 85 persen
Aceh Utara, Aceh (ANTARA) - Pembersihan tumpukan kayu banjir di Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, Aceh, berhasil membuka kembali akses jalan utama warga setelah tertutup material akibat banjir bandang yang sempat melanda kawasan tersebut.
Keuchik (istilah Kepala Desa di Aceh Utara) Geudumbak, Saiful Bahri mengatakan dengan adanya pembersihan kayu gelondongan di kawasan tersebut yang merupakan jalur satu-satunya penghubung desa, kini dapat dilalui kendaraan dan aktivitas warga kembali berjalan normal secara bertahap.
"Sudah lumayan bisa dilalui (jalan yang sempat tertutup), itu jalan yang permukiman di Desa Geudumbak. Itulah jalan akses satu-satunya buat warga ke kebun, buat warga jual beli hasil bumi, itulah akses jalan satu-satunya," kata Saiful kepada ANTARA di Aceh Utara, Selasa.
Pembersihan kayu gelondongan itu melibatkan BNPB dan Kementerian Kehutanan.
Saiful menyebut sebanyak 1.659 jiwa atau 457 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir, dengan 337 rumah hanyut, terutama yang berada dekat aliran sungai mati yang ada di desa tersebut.

Akibat bencana, ratusan warga terpaksa mengungsi di tenda darurat atau rumah kerabat. Sementara sebagian warga kembali ke lokasi rumah lama setelah air surut sambil menunggu pembangunan hunian sementara.
Dia menyebutkan mayoritas warga Desa Geudumbak bekerja sebagai petani dan pekebun, namun sekitar 80 persen lahan sawah serta kebun sawit, cokelat, pinang, dan jeruk rusak parah akibat terendam banjir dan lumpur tebal.
Saiful menuturkan sebelum pembersihan, wilayah desanya nyaris tak berbentuk perkampungan karena tertutup kayu, namun kini akses jalan utama sudah hampir sepenuhnya bersih dan kembali menghubungkan aktivitas ekonomi warga desa setempat.
Baca juga: Nelayan Danau Maninjau Agam mulai cari ikan usai banjir bandang
Ia menegaskan jalan tersebut menjadi akses vital bagi warga menuju kebun serta distribusi hasil bumi, sehingga pembukaannya dinilai krusial bagi pemulihan ekonomi pascabanjir yang menghantam wilayah Aceh Utara.
Dia berharap percepatan pembangunan hunian sementara, hingga hunian tetap, pemulihan listrik, serta suplai air bersih segera terpenuhi agar warga dapat menyambut Ramadhan 2026 dengan kondisi lebih layak, aman dan nyaman.

Sementara itu, Tenaga Ahli BNPB Brigjen TNI Asep Dedi Darmadi menyatakan pembersihan kawasan Desa Geudumbak telah berlangsung sejak 11 Desember, dengan fokus utama membuka akses jalan tertutup kayu gelondongan akibat banjir.
Dia menyebutkan sebanyak 23 unit ekskavator dan 21 ekskavator capit dari Kementerian Kehutanan serta Kementerian Pertahanan dikerahkan untuk menyingkirkan kayu besar yang menutup jalan dan kawasan permukiman warga.
Pembersihan dilakukan pada area seluas sekitar 33,8 hektare, memakan waktu lebih dari satu bulan, dengan kendala utama keterbatasan alat berat capit untuk menangani kayu gelondongan berukuran besar.
Menurut Asep, pembukaan akses jalan menjadi prioritas BNPB dan Kementerian Kehutanan agar warga dapat kembali menjangkau rumah tersisa, kebun, serta jalur distribusi kebutuhan dasar masyarakat terdampak.
Baca juga: Pasar Maninjau Agam kembali ramai pascabencana banjir bandang
Kayu-kayu besar hasil pembersihan dikumpulkan, diverifikasi, dan diberi nomor oleh Kementerian Kehutanan sebelum diserahkan kepada pemerintah daerah untuk dimanfaatkan, terutama mendukung pembangunan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak.
Pembersihan gelondongan itu melibatkan sejumlah prajurit TNI AD dari Batalyon Zen Tempur 5/Arati Bhaya Wighina, Kementerian Kehutanan, serta batalyon setempat, dengan pekerjaan berlangsung setiap hari mulai pukul 07.30 hingga 17.00 WIB menggunakan alat berat.
Asep mengungkapkan tantangan saat ini berupa mobilitas warga yang ingin melihat lokasi, sehingga berpotensi mengganggu operasi alat berat dan menimbulkan risiko keselamatan di lapangan.
"Ini kalau persentase (pembersihan gelondongan kayu) sudah sekitar 85 persen, karena tinggal yang besar-besar saja, kalau yang kecilnya kan sudah tidak ada, tinggal pembersihan-pembersihan saja," kata Asep.
Baca juga: Bangkit, tingkat hunian penginapan di Maninjau Agam mulai membaik
Baca juga: Pemerintah sebut pemulihan pascabencana tunjukkan progres signifikan
Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.