Jakarta (ANTARA) - Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Joko Santoso menegaskan penguatan budaya baca untuk meningkatkan indeks literasi di Indonesia tidak boleh hanya sekadar menjadi selebrasi atau perayaan belaka.

"Saya kira ini menjadi satu kewajiban kita semua, jadi kita tidak hanya kita bicara soal gerakan penguatan literasi atau budaya baca itu hanya ramai pada berbagai macam selebrasi saja, tetapi harus ada praktik-praktik langsung, yang dalam pandangan kami itu tidak hanya menyasar kepada siswa atau pendidikan, tetapi juga seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga," katanya di Gedung Perpustakaan Nasional, Jakarta, Rabu.

Pada peluncuran dan bedah buku "Bersama Kutubuku: Mengunyah Buku, Melahap Ilmu" itu, Joko juga menegaskan pentingnya menghidupkan literasi dari lingkungan keluarga serta memberdayakan perpustakaan sekolah.

Menurutnya, menghidupkan literasi di lingkungan keluarga bisa dilakukan dengan menambah bahan bacaan di lingkungan keluarga, termasuk di rumah dan perpustakaan komunitas.

"Termasuk tentu juga memberdayakan perpustakaan, karena perpustakaan sekolah kalau kita lihat potensi di Indonesia itu kan luar biasa. Kita punya 219 ribu perpustakaan, dan paling banyak itu adalah perpustakaan sekolah. Kalau kita bisa jadikan sekolah itu menjadi pusat pembelajaran berbasis membaca dengan memperkuat kebiasaan siswa dengan ada penerapan target membaca dan seterusnya, itu akan sangat bagus," ujar dia.

Sekretaris Utama Perpusnas itu juga mengemukakan, kebiasaan membaca perlu ditingkatkan melalui inspirasi dari tokoh-tokoh besar yang juga menjadikan buku sebagai santapan sehari-harinya. Kisah-kisah sukses mereka dapat menjadi motivasi bagi masyarakat untuk meningkatkan kebiasaan membaca.

"Banyak tokoh-tokoh dunia yang berhasil karena membaca. Orang-orang sukses dan menjadi idola itu mereka juga punya bacaan-bacaan yang memengaruhi mereka sehingga mereka sukses, seperti buku-buku," tuturnya.

Pengurus Pusat IPI menggelar bedah buku dan seminar literasi nasional bertajuk “Bersama Kutubuku: Mengunyah Buku, Melahap Ilmu” di Ruang Teater Perpustakaan Nasional RI. Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan pegiat literasi, akademisi, dan praktisi.

Empat penulis buku “Bersama Kutubuku: Mengunyah Buku, Melahap Ilmu” turut memaparkan gagasan mereka. Para penulis tersebut adalah Komaruddin, Joko Santoso, Antoni Ludfi Arifin, dan Joko Nugroho, yang menyoroti pengalaman personal dan refleksi intelektual tentang makna membaca dalam perjalanan hidup dan profesi.

Baca juga: Bakti Perpusnas dorong ASN turun ke masyarakat perkuat budaya baca

Baca juga: Perpusnas sebut rata-rata warga RI hanya baca enam buku per tahun

Baca juga: Perpusnas perluas akses buku bacaan atasi indeks literasi rendah

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.