Jakarta (ANTARA) - Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Komarudin menyatakan pihaknya menerjunkan para calon guru untuk membangun budaya baca bagi masyarakat marginal guna mendukung peningkatan indeks literasi di Indonesia.
Komarudin menjelaskan UNJ memiliki inti pembelajaran di bidang kependidikan. Oleh karena itu, pihaknya banyak mendidik calon guru dari tingkat PAUD hingga perguruan tinggi untuk melakukan kegiatan-kegiatan pengabdian masyarakat.
"Mereka (calon guru) setelah maupun sebelum lulus sudah banyak melakukan kegiatan pengabdian, baik yang dikoordinasi oleh lembaga pengabdian masyarakat maupun oleh organisasi-organisasi kemahasiswaan yang terjun langsung. Ada berbagai program untuk membangun dan membangkitkan literasi di kalangan masyarakat, termasuk kelompok masyarakat marginal," ujar dia dalam peluncuran buku "Kutubuku" di Perpustakaan Nasional (Perpusnas), Jakarta, Rabu.
Baca juga: IPI: Penguatan budaya baca tak boleh sekadar selebrasi
Ia menanggapi rendahnya minat baca di Indonesia yang terus menjadi perhatian di dunia internasional. Oleh karena itu, menurutnya, perlu membangun rasa penasaran dan ingin tahu di kalangan anak muda untuk meningkatkan indeks literasi.
"Sesungguhnya banyak pihak dan lembaga yang mempunyai program bagus, seperti untuk bisa meningkatkan minat baca yang membangun rasa ingin tau, itu yang utama. Nah, kalau anak-anak sejak dini itu dipancing, distimulasi, rasa ingin tahunya itu, dia akan terus menjelajah," paparnya.
Selain itu, lanjut dia, UNJ juga terus mendukung program Perpusnas, yakni Relawan Literasi Masyarakat (Relima) dengan menerjunkan mahasiswa-mahasiswa untuk hadir di kelompok marginal.
"Kita terjunkan kelompok-kelompok mahasiswa yang hadir di masyarakat kelompok marginal, misalnya anak jalanan, anak-anak yang tidak mampu, ada di kolong-kolong jalan, itu selalu kami lakukan. Kalau kami sendiri akan terus mendukung program-program Perpusnas, sepanjang yang dibutuhkan berapapun mahasiswanya akan kami lakukan," paparnya.
Baca juga: Indeks budaya literasi warga Jakarta meningkat
Baca juga: Perpusnas sebut rata-rata warga RI hanya baca enam buku per tahun
Pengurus Pusat Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) menggelar bedah buku dan seminar literasi nasional bertajuk Bersama Kutubuku: Mengunyah Buku, Melahap Ilmu di Ruang Teater Perpustakaan Nasional RI. Seminar ini menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan pegiat literasi, akademisi, dan praktisi.
Rektor UNJ termasuk salah satu penulis buku tersebut yang memaparkan gagasan dalam diskusi. Selain Komarudin, Joko Santoso, Antoni Ludfi Arifin, dan Joko Nugroho merupakan penulis karya tersebut yang menyoroti pengalaman personal dan refleksi intelektual tentang makna membaca dalam perjalanan hidup dan profesi.
Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.