Pelaku usaha deklarasikan "Surabaya Creative City Forum"

SCCF ini kami harapkan bisa menjadi media agar ide-ide kreatif yang muncul bisa menjadi sebuah industri dan menghasilkan keuntungan secara ekonomi.
Surabaya (ANTARA News) - Puluhan pelaku usaha kreatif mendeklarasikan Surabaya Creative City Forum (SCCF) di Perpustakaan Bank Indonesia (BI) Jalan Taman Mayangkara Kota Surabaya, Senin.

Dewan Pengawas SCCF Jamhadi mengatakan forum ini dibentuk sebagai wadah agar para pelaku usaha kreatif di kota Pahlawan bisa lebih berkembang dan berdaya saing.

"SCCF ini digagas bersama dengan sejumlah para pelaku usaha kreatif beberapa waktu lalu," katanya.

Pria yang juga ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Surabaya ini mengaku sebelumnya dia telah membentuk Klinik Bisnis yang juga untuk mewadahi para pelaku bisnis, terutama yang pemula.

"Kami bentuk SCCF ini untuk warga Surabaya yang punya ide kreatif dalam membangun usaha. SCCF ini kami harapkan bisa menjadi media agar ide-ide kreatif yang muncul bisa menjadi sebuah industri dan menghasilkan keuntungan secara ekonomi. Saat ini jumlah pelaku usaha kreatif yang bergabung sekitar 400-an orang," katanya.

Direktur Utama (Dirut) PT Tata Bumi Raya ini mengatakan Surabaya memiliki modal besar untuk menjadi kota kreatif. Saat ini, lanjut dia, "United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization" (Unesco) sudah menetapkan tiga kota di Indonesia sebagai kota kreatif.

Ia mencontohkan di antaranya Singkawang karena kehidupan budayanya, Bandung karena geliat industri design dan Pekalongan karena industri batik. "Nah, Surabaya kan kota Pahlawan. Di sini banyak bangunan-bangunan dan kawasan bersejarah yang bisa dikembangkan. Salah satunya Jalan Tunjungan. Ayo hidupkan lagi semangat mlaku-mlaku di Jalan Tunjungan," ujarnya.

Lebih jauh, Jamhadi mengatakan Surabaya memiliki potensi besar menjadi kota kreatif dunia. Selain karena kota berpenduduk tiga juta jiwa ini merupakan pintu gerbang ekonomi Indonesia timur, daya saing warga Surabaya juga lebih tinggi dibanding Bandung.

Namun, kata dia, dari sisi pendapatan per kapita, Surabaya masih kalah dengan kota yang dipimpin Ridwan Kamil tersebut. Industri kreatif menjadi salah satu peluang ketika banyak perusahaan yang pindah dari Surabaya. Apalagi Surabaya sendiri sudah tidak cocok untuk industri padat karya, melainkan industri padat modal dan kreatif.

"Sebagian besar yang bergabung di SCCF ini bergerak dibidang design dan kemasan," katanya.

Ketua SCCF, Samsul Hadi dalam kesempatan ini mengatakan ada sejumlah prinsip dari forum ini, di antaranya akan memperluas pasar, memfasilitasi pemasaran dan pembiayaan. Selain itu juga melindungi Hak Asasi Manusia (HAM) dan memuliakan kreatifitas.

Ia mengibaratkan, SCCF ini merupakan gerakan masyarakat sipil yang melibatkan unsur pemerintah dan juga pengusaha. "Tujuan dari pendirian SCCF ini adalah untuk mengembangkan sektor ekonomi dan menciptakan kota yang nyaman untuk dihuni," katanya.

Dia menambahkan dalam waktu dekat ini pihaknya sudah menyusun program kerja, antara lain meningkatkan kompetensi dan keahlian anggota. Kemudian membentuk Penelitian dan Pengembangan (Litbang) kreatif serta pendampingan anggota.

Tak hanya itu, kata dia, pihaknya juga akan memetakan potensi apa saja yang bisa digarap di industri kreatif. "Tujuan besar kami adalah bisa menjadikan Surabaya sebagai salah satu kota kreatif dunia," katanya.

Pewarta: Abdul Hakim
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Yang dilakukan Menparekraf agar pelaku usaha naik kelas

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar