Jakarta (ANTARA) - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PSI DKI Jakarta akan mendengarkan dan menampung aspirasi masyarakat terkait wacana Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tidak langsung yang kontroversial.
"Menanggapi isu Pilkada tidak langsung, PSI Jakarta berpihak kepada aspirasi masyarakat yang ingin agar suaranya didengar dan memiliki nilai dalam sebuah sistem demokratis. Ini juga sesuai dengan pernyataan Mas Ketum bahwa PSI satu suara dengan masyarakat mengenai isu tersebut," kata Sekretaris Wilayah (Sekwil) DPW PSI DKI Jakarta Geraldi Ryan Wibinata di Jakarta, Jumat.
Dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PSI 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), kata dia, Ketua Umum (Ketum) PSI, Kaesang Pangarep menyatakan bahwa PSI satu suara dengan rakyat perihal isu Pilkada tidak langsung.
Geraldi percaya bahwa pemilihan kepala daerah secara demokratis akan menghasilkan pemimpin-pemimpin yang sesuai dengan kehendak masyarakat.
"Dengan membuka ruang lebar kepada masyarakat untuk memilih kepala daerahnya, maka pemimpin yang terpilih akan lebih representatif terhadap kehendak rakyat," ujarnya.
Ia juga menilai bahwa segala kekurangan dalam sistem Pilkada terbuka selama ini harusnya diperbaiki, sehingga menjadi lebih baik lagi ke depannya.
Baca juga: PSI dukung pilkada tidak langsung sepanjang baik untuk masyarakat
"Apabila terdapat kekurangan dalam sistem Pilkada yang sudah kita jalankan selama ini, hal itu seharusnya diperbaiki, meskipun prosesnya akan menantang, panjang, dan memakan waktu lama," katanya.
Sebelumnya, Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep dalam pidatonya saat Rakernas PSI 2026, mengakui bahwa pelaksanaan Pilkada langsung selama ini belum dapat membuahkan hasil atau bahkan proses yang memuaskan. Namun, ia memahaminya sebagai proses bangsa Indonesia dalam mempelajari demokrasi.
"Kita harus jujur mengakui pemilihan langsung masih memiliki berbagai kekurangan. Mulai dari praktik politik amplop hingga persoalan ambang batas pencalonan yang awal mulanya berbasis kursi, lalu diubah menjadi ambang batas perolehan suara sah partai politik," katanya.
“Pesan utamanya jelas. Bangsa ini sedang terus belajar memperbaiki sistem pemilihannya. Perubahan demi perubahan dilakukan agar sistem demokrasi kita mampu melahirkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas dan berpihak kepada masyarakat Indonesia," lanjutnya.
Kaesang menyatakan bahwa pihaknya satu suara dengan rakyat Indonesia perihal sistem Pilkada seperti apa yang akan diterapkan nantinya.
"Meskipun PSI saat ini belum memiliki kewenangan menentukan sikap di Senayan terkait revisi undang-undang, namun saya tegaskan sikap PSI akan selalu satu suara dengan rakyat Indonesia," ujarnya.
Baca juga: PSI: Struktur partai jadi kunci kemenangan di Pemilu 2029
Baca juga: Legislator DKI tolak wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD
Baca juga: Hasto tegaskan PDIP tolak wacana Pilkada dipilih DPRD
Pewarta: Khaerul Izan
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.