ISIS akui bom pos pemeriksaan di Libya

ISIS akui bom pos pemeriksaan di Libya

Ilustrasi. Aparat keamanan Mali menunjukkan bendera jihad yang menurut mereka milik para penyerang di depan hotel Radisson di Bamako, Mali, Jumat (20/11). (REUTERS/Joe Penney)

Tripoli (ANTARA News) - Kelompok ISIS mengaku bertanggung jawab atas bom bunuh diri di pos pemeriksaan di daerah minyak utama Libya, yang menewaskan enam orang, termasuk bayi.

Kelompok garis keras Cabang Libya itu mengeluarkan pernyataan, yang mengatakan bahwa serangan pada Kamis di Ras Lanouf, timur kota pantai yang dikuasai ISIS, Sirte, dilakukan pejuang asing dengan menggunakan mobil berisi peledak, lapor AFP.

Pelaku bom bunuh diri lain pada Kamis menyerang sekolah pelatihan polisi di Zliten, barat Tripoli, menewaskan lebih dari 50 orang. Belum ada kelompok mengaku bertanggung jawab atas serangan itu.

ISIS makin berkuasa di Libya, diuntungkan oleh kekacauan negara itu sejak revolusi 2011, yang menggulingkan penguasa Moamar Gaddafi.

Pada Senin, organisasi itu melancarkan serangan terhadap terminal minyak di Ras Lanouf dan Al-Sidra, setelah mencoba selama berminggu-minggu untuk bergerak ke timur dari Sirte.

Kekuatan dunia takut Libya jatuh lebih jauh ke dalam kekacauan dan menjadi kubu ISIS tepat di pintu Eropa.
(Uu.G003/B002)

Editor: Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Komentar