Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi II DPR, Azis Subekti, menilai bahwa taklimat yang disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 2026, merupakan ajakan bagi para pejabat pemerintahan untuk "bercermin".

Bercermin yang dimaksud, menurut dia, adalah merefleksikan antara kebijakan yang dijalankan dengan kebutuhan nyata rakyat. Selain itu, menurut dia, pejabat juga perlu mawas diri jabatan yang diemban sebagai amanah atau hanya sekadar status.

"Apakah kebijakan benar-benar menjawab kebutuhan rakyat atau hanya memenuhi prosedur. Dari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itulah kualitas pemerintahan diuji," kata dia, di Jakarta, Selasa.

Dari taklimat Prabowo itu, menurut dia, rakyat mendambakan pemimpin yang jujur dan adil. Kejujuran dan keadilan, kata dia, bukan sekadar nilai moral, melainkan fondasi kepercayaan.

Di banyak tempat, menurut dia, kepercayaan publik terhadap negara mengalami erosi. Bukan karena negara berhenti membangun, tetapi karena pembangunan kerap terasa jauh dari rasa keadilan.

"Jalan dan proyek boleh bertambah, namun ketika pelayanan publik lamban, kebijakan tidak sinkron, dan hukum tampak selektif, jarak antara negara dan warga justru melebar," katanya.

Menurut dia, tantangan terbesar pemerintahan hari ini bukan kekurangan gagasan, melainkan krisis keteladanan. Untuk itu, seruan tentang kejujuran dan keadilan menjadi penting karena ia menyentuh inti persoalan, bukan gejalanya.

"Masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh seberapa besar rencana yang diumumkan, tetapi oleh seberapa jujur dan adil rencana itu dijalankan," kata dia.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto saat membuka Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (2/2), mengatakan, rakyat Indonesia mendambakan pemimpin yang jujur, adil, dan bekerja untuk kepentingan masyarakat.

Dalam taklimatnya, dia menekankan pentingnya pemahaman peran dan tugas aparatur pemerintahan, baik di tingkat pusat maupun daerah, sebagai pemimpin rakyat. Prabowo menyebut rakyat Indonesia pada dasarnya menginginkan kehidupan yang tenang dan harmonis.

Ia menyampaikan harapan rakyat tertuju pada hadirnya pemimpin yang adil, jujur, dan bekerja untuk kepentingan masyarakat luas, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.

Pewarta: Bagus Ahmad Rizaldi
Editor: Ade P Marboen
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.