Jakarta (ANTARA) - Bank Indonesia (BI) Provinsi DKI Jakarta mengemukakan ekonomi kreatif (ekraf) di Jakarta potensial untuk didorong lebih tinggi sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru mengingat pertumbuhannya yang terus tumbuh namun pangsanya masih rendah.
Kepala Kantor Perwakilan BI DKI Jakarta, Iwan Setiawan menyampaikan pertumbuhan ekonomi kreatif di ibu kota tercatat 8,13 persen pada 2024, dan meningkat menjadi 9,42 persen pada 2025.
"Share-nya terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) DKI Jakarta, ekonomi kreatif itu hanya 11,53 persen. Ini sebetulnya kami melihat ruang improvement-nya sangat banyak. Sangat besar peluangnya untuk kita dorong pertumbuhan ekonomi kreatif dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta," kata dia di Jakarta, Selasa.
Faktor lain yang menguatkan bahwa ekraf khususnya subsektor perfilman dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru, yakni efek pengganda terhadap sektor lain seperti kuliner, transportasi, perhotelan, fesyen hingga rumah produksi.
"Kami yakin bahwa (eknomi kreatif) ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi akan lebih cepat lagi," kata Iwan.
Baca juga: BI: Parekraf jadi sumber pertumbuhan ekonomi baru di Jakarta
Disebutkannya, ekonomi kreatif khususnya di dunia perfilman juga akan mampu menyerap tenaga kerja, terutama generasi muda yang dari sisi populasi berjumlah lebih dari 50 persen.
Dia berharap ekraf di Jakarta bisa mencapai kesuksesan seperti di barat (Hollywood) dan Negeri Ginseng (Korea Selatan). "Kita harapkan nanti lensa dunia itu akan beralih ke Jakarta," kata dia.
BI DKI Jakarta pun mendukung pengembangan perekonomian khususnya ekonomi kreatif Jakarta, salah satunya melalui perhelatan Jakarta Youth Film Festival 2026.
“Festival ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga ruang kolaboratif bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas sekaligus menyelaraskan potensi talenta dengan arah pembangunan kota," kata Iwan.
Adapun Jakarta Youth Film Festival (J-Youth Film Fest) ditujukan bagi pelajar dan mahasiswa. Penyelenggaraan ajang ini menandai dimulainya rangkaian acara Jakarta Kreatif Festival (JKF) 2026.
Ini juga merupakan keberlanjutan pengembangan ekonomi kreatif di Jakarta melalui penyusunan rekomendasi kebijakan bersumber dari ide, gagasan, dan inovasi yang dihimpun dalam Jakarta Economic Forum (JEF) 2026.
Baca juga: Pemprov optimistis ekonomi Jakarta tumbuh di atas 5 persen
Baca juga: Jakarta-Berlin tingkatkan kerja sama mobilitas dan ekonomi kreatif
Baca juga: DKI terus perkuat regulasi dan fasilitasi industri film
Pewarta: Lia Wanadriani Santosa
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.