counter

UMKM diminta manfaatkan MEA pengembangan usaha

UMKM diminta manfaatkan MEA pengembangan usaha

ilustrasi Industri Tas Menghadapi MEA Sejumlah pekerja menyelesaikan pembubutan logam di industri logam Desa Kebasen, Tegal, Jawa Tengah, Jumat (8/1). Menurut para pengusaha logam di daerah tersebut belum siap untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) karena produk, harga, kualitas dan mesin yang masih manual belum mampu bersaing dengan produk dari luar negeri yang harganya lebih murah dan menggunakan mesin serba modern. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah) ()

Kendari (ANTARA News) - Pemerintah Kota Kendari, Sulaweesi Tenggara meminta pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) setempat untuk memanfaatkan pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN untuk mengembangkan usaha.

"Pelaku usaha harus memanfaatkan momentum ini untuk lebih memperluas pemasaran sehingga produk yang dihasilkan dapat lebih dikenal mancanegara," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM Kota Kendari, Syam Alam, di Kendari, Selasa.

Ia mengaku terus mendorong dan melakukan pendampingan agar UMKM tersebut benar-benar siap menghadapi MEA dengan memberikan pelatihan-pelatihan agar Sumber Daya Manusia (SDM)-nya mampu terus menghasilkan produk inovatif.

"Kita juga berupaya melakukan pendekatan ke perbankan demi memudahkan UMKM dalam mendapatkan pinjaman modal untuk lebih mengembangkan usahanya. Karena kendala pelaku UMKM selama ini adalah susahnya mendapatkan akses permodalan di bank," katanya.

Syam Alam juga meminta kepada pelaku UMKM agar tidak menjadikan pasar bebas MEA sebagai hal yang menakutkan tetapi harus menjadi peluang.

Menurut dia, menghadapi persaingan ketat di pasar bebas MEA, maka pelaku usaha haruslah mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang terampil, cerdas, dan kompetitif.

"Secara umum kita melihat kesiapan pelaku UMKM kita sudah siap, tetapi harus terus diberi pembekalan dan peningkatan SDM," katanya.

(KR-SPR)

Pewarta: Suparman
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Potensi pasar produk wirausaha baru melalui E-Commerce

Komentar