counter

Masyarakat kakao Sultra siap hadapi MEA

Masyarakat kakao Sultra siap hadapi MEA

ilustrasi Biji Kakao Seorang warga menjemur biji Kakao hasil panennya di Desa Sidera, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Rabu (22/5). Biji Kakao hasil panen tersebut selanjutnya di jual ke pengepul seharga Rp. 21.000/ kg kering atau turun dari harga sebelumnya Rp. 27.000/ kg kering. (ANTARA/Mohamad Hamzah) ()

Para petani yang tergabung dalam lembaga ekonomi masyarakat (LEM) Sejahtera Kakao sudah dibekali untuk mampu menghadapi semua jenis pasar,"
Kendari (ANTARA News) - Kepala Dinas Perkebunan dan Hortikultura Sulawesi Tenggara Bambang mengatakan masyarakat kakao yang ada di daerah itu sudah siap menghadap pasar bebas masyarakat ekonomi ASEAN (MEA).

"Para petani yang tergabung dalam lembaga ekonomi masyarakat (LEM) Sejahtera Kakao sudah dibekali untuk mampu menghadapi semua jenis pasar," kata Bambang di Kendari, Selasa.

Menurut dia, produk biji kakao yang dihasilkan petani yang tergabung dalam kelompok itu diyakini mampu menembus pasar luar negeri.

"Itu artinya, sebelum MEA diberlakukan, maka masyarakat kakao yang tergabung dalam LEM Sejahtera kakao sudah memiliki SDM untuk menghasilkan produk yang siap bersaing," katanya.

Dia mengatakan, petani yang tergabung LEM Sejahtera kakao diarahkan untuk menghasilkan biji kakao fermentasi yang merupakan kebutuhan langsung dari industri kakao.

Ia mengatakan, LEM Sejahtera Kakao adalah lembaga ekonomi masyarakat sejahtera yang fokus terhadap pengembangan warga kelompok tani kakao.

"LEM Sejahtera kakao hadir untuk menyempurnakan berbagai konsep kelembagaan masyarakat desa yang pernah ada," katanya.

Ia berharap, lembaga itu dapat melebur kekuatan ego sektoral, memadukan seluruh kegiatan pembangunan di desa yang dapat diterima oleh semua pihak.

Pewarta: Suparman
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Potensi pasar produk wirausaha baru melalui E-Commerce

Komentar