Jakarta (ANTARA) - Pebulu tangkis Indonesia Raymond Indra/Nikolaus Joaquin mengaku kurang tampil maksimal saat bersua ganda Thailand Pharanyu Kaosamaang/Worrapol Thongsa-Nga.

Dalam perempat final Badminton Asia Team Championships 2026 di Qingdao Qonson Arena, China, Jumat, Raymond/Joaquin kandas dari Pharanyu/Worrapol dua gim langsung 18-21, 19-21.

Kekalahan ini membawa Indonesia untuk sementara diimbangi Thailand 2-2.

Sebelumnya Moh Zaki Ubaidillah mengalahkan Panitchapon Teeraratsakul dua gim langsung 21-13, 22-20.

Lalu Leo Rolly Carnando/Bagas Maulana harus mengakui ketangguhan Peeratchai Sukphun/Pakkapon Teeraratsakul 21-14, 15-21, 17-21.

Kemudian Prahdiska memetik kemenangan atas Purirat dengan rubber gim 21-7, 17-21, 21-18.

Baca juga: Ubed bawa Indonesia unggul atas Thailand 1-0

“Permainan kami kurang maksimal. Memang fokus dan konsentrasi di lapangannya menurun. Ganda Thailand bisa lebih tampil maksimal sementara kami tidak bisa memanfaatkan keadaan,” ujar Indra dikutip dari keterangan PBSI.

Senada dengan Indra, Joaquin mengatakan bahwa permainannya kurang lepas. Meski sempat mengejar di gim pertama namun masih kerap kehilangan intensitas permainannya.

“Di gim kedua kita kejar-kejaran poin, sudah sempat memimpin tapi kurang tahan. Terlalu banyak mengangkat bola dan itu menjadi senjata untuk lawan yang keduanya bertipe pemain belakang,” ungkap Joaquin.

Baca juga: Sempat alami masalah kaki, Prahdiska sumbang poin bagi Indonesia

Pewarta: Fajar Satriyo
Editor: Irwan Suhirwandi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.