Istanbul (ANTARA) - Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan bahwa pembicaraan negaranya dan Amerika Serikat, yang diadakan dengan dukungan negara-negara di kawasan, menandai "langkah maju" menuju solusi damai.

"Dialog selalu menjadi strategi kami untuk mencapai solusi damai," tulis Pezeshkian di media sosial AS X, Ahad, seraya menekankan bahwa pendekatan Iran terhadap masalah nuklir didasarkan pada "hak-hak yang dijamin berdasarkan Perjanjian Non-Proliferasi."

Pezeshkian menambahkan bahwa negaranya "menanggapi rasa hormat dengan rasa hormat tetapi tidak menerima bahasa kekerasan."

Iran dan AS melanjutkan diplomasi nuklir tidak langsung pada Jumat setelah kedua negara berminggu-minggu terlibat ketegangan yang meningkat.

Ketegangan tersebut dipicu oleh ancaman tindakan militer Presiden AS Donald Trump terhadap Iran.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menggambarkan pembicaraan tersebut sebagai "awal yang baik."

Dia mengatakan bahwa pembicaraan tersebut dapat berlanjut jika suasana ketidakpercayaan dapat diatasi. Telah pula disepakati bahwa proses tersebut akan berlanjut dan kedua pihak dapat bertemu kembali di Muscat, Oman.

Namun, Araghchi tetap menegaskan bahwa program rudal Iran tidak dapat dirundingkan, baik sekarang maupun di masa mendatang, karena itu terkait dengan "urusan pertahanan."

Sumber: Anadolu

Baca juga: Iran ancam serang pangkalan AS di Teluk Persia jika diserang

Baca juga: Putaran terbaru perundingan nuklir Iran-AS di Oman berakhir

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.