Kota Padang (ANTARA) - Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi melaporkan gunung yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) mengalami erupsi sekitar 35 detik.

"Terjadi erupsi Gunung Marapi pukul 17.00 WIB yang terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 24,3 milimeter serta berdurasi sekitar 35 detik," kata petugas PGA Gunung Marapi, Ahmad Rifandi di Padang, Senin.

Baca juga: Gunung Marapi semburkan abu vulkanik setinggi tiga kilometer

Dalam laporannya, Ahmad Rifandi menyebut tinggi kolom abu vulkanik akibat letusan gunung api 2.891 meter di atas permukaan laut (mdpl) tersebut tidak teramati karena tertutup awan. Saat ini Gunung Marapi berada pada Level II atau Waspada.

Ia mengatakan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat untuk dipatuhi. Pertama, melarang siapapun beraktivitas atau berkegiatan di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas gunung api (kawah verbeek).

Kedua, PVMBG juga mengingatkan adanya ancaman potensi lahar dingin, terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung api. Kondisi itu bisa terjadi ketika hujan atau musim hujan.

Baca juga: Gunung Marapi meletus Rabu pagi, lontarkan abu setinggi 1.600 meter

Baca juga: Gunung Marapi di Sumbar erupsi selama 25 detik

"Harap tingkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang bermukim di dekat bantaran sungai yang berhulu langsung dari Gunung Marapi," ucapnya.

Kemudian, apabila terjadi hujan abu masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna menghindari gangguan saluran pernapasan. Rekomendasi lainnya ialah meminta semua pihak tetap menjaga suasana yang kondusif, serta tidak menyebarkan narasi bohong.

Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.