Bangkok (ANTARA) - Partai Bhumjaithai muncul sebagai partai terbesar di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Thailand, menurut hasil sementara yang dirilis oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) negara itu pada Senin.
Berdasarkan penghitungan suara yang sejauh ini telah mencapai 94 persen, Partai Bhumjaithai berhasil meraih 193 kursi. Sementara, Partai Rakyat dan Partai Pheu Thai menempati peringkat kedua dan ketiga secara berturut-turut dengan 118 dan 74 kursi.
Partai Kla Tham dan Partai Demokratik masing-masing memperoleh 58 dan 22 kursi, menduduki peringkat keempat dan kelima.
Lantaran Partai Bhumjaithai gagal memperoleh lebih dari setengah total jumlah kursi di DPR Thailand, partai tersebut harus membentuk pemerintahan koalisi dengan partai-partai politik lain. Namun, pemimpin Partai Bhumjaithai Anutin Charnvirakul menolak menjawab pertanyaan terkait pembentukan kabinet dalam sebuah konferensi pers pada Minggu (8/2) malam.
Penghitungan suara resmi akhir wajib diumumkan paling lambat 9 April. Parlemen baru harus menggelar sidang dalam waktu 15 hari untuk memilih ketua parlemen, setelah itu DPR Thailand akan melakukan pemungutan suara guna memilih perdana menteri baru.
Referendum konstitusi juga digelar pada Minggu di Thailand bersamaan dengan pemilu tersebut. Hasil penghitungan suara referendum menunjukkan bahwa 60 persen pemilih Thailand mendukung dimulainya proses amendemen konstitusi, 32 persen menolaknya dan 8,66 persen abstain.
Pewarta: Xinhua
Editor: Benardy Ferdiansyah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.