Surabaya (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menyebut Kampung Batik Okra di Surabaya, Jawa Timur, sebagai contoh pembangunan ekonomi dari bawah yang tumbuh dari inisiatif masyarakat lokal.

"Kami sangat senang melihat adanya kampung ekonomi kreatif seperti Kampung Batik Okra ini. Ini inisiatif masyarakat sendiri, dari kreativitas, niat, dan kerja para perajin lokal,” katanya saat meninjau sentra batik tersebut, Selasa.

Menurut dia, keberadaan kampung batik tidak hanya berperan dalam penguatan ekonomi warga, tetapi juga menjadi sarana pelestarian budaya bangsa.

“Inisiatornya adalah ketua RW (Rukun Warga) setempat yang ingin menjaga budaya. Ini penting agar generasi muda tidak melupakan kekayaan budaya Indonesia,” ujar Saras sapaan akrabnya.

Baca juga: Anggota DPR: Tingkatkan jumlah penerima manfaat MBG di pesantren

Ia menilai pengembangan ekonomi kreatif harus mengaitkan unsur kreativitas dengan nilai ekonomi, sehingga mampu menciptakan produk bernilai tambah tinggi.

Ia berharap Kementerian Ekonomi Kreatif dapat memberikan dukungan berkelanjutan terhadap usaha mikro kecil menengah (UMKM) batik, terutama dalam menghadapi berbagai tantangan.

Saras menjelaskan produk Batik Okra memiliki keunikan karena dibuat secara khusus dengan motif yang tidak ditemukan di daerah lain.

Bahkan, satu lembar kain batik dapat dikerjakan hingga satu tahun karena proses pewarnaan dan teknik pembuatannya yang rumit.

Pewarta: Willi Irawan/Faizal Falakki
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.