"Sedangkan kru pesawat naas yakni Kapten Enggo dan Kapten Baskoro yang berupaya melarikan diri dikejar dan ditembak anggota KKB,"

Jayapura (ANTARA) - Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani mengatakan 13 penumpang pesawat Smart Air yang ditembak KKB sesaat setelah mendarat di lapangan terbang Korowai Batu, Kabupaten Boven Digoel merupakan penduduk setempat.

"Memang benar ke 13 penumpang pesawat dengan nomor penerbangan PK-SNR itu sudah kembali ke rumah mereka karena mereka adalah penduduk Korowai Batu," kata Brigjen Pol Faizal Rahmadani, Kamis.

Dihubungi dari Jayapura, Kaops Satgas Damai Cartenz mengatakan, dari laporan yang diterima ke 13 penumpang merupakan warga lokal yang saat insiden terjadi langsung mengamankan diri ke rumah masing-masing.

"Sedangkan kru pesawat naas yakni Kapten Enggo dan Kapten Baskoro yang berupaya melarikan diri dikejar dan ditembak anggota KKB," kata Brigjen Pol Faizal.

Ditambahkan, personel Satgas Damai Cartenz dibantu TNI sekitar pukul 06.00 WIT, telah memasuki dan menguasai situasi di sekitar lapangan terbang Korowai serta mengevakuasi dua awak pesawat perintis yang menjadi korban penembakan yang terjadi Rabu (11/2).

Langkah yang diambil untuk memastikan situasi tidak semakin meluas mengingat keselamatan masyarakat dan stabilitas wilayah menjadi prioritas utama.

Untuk dua jenazah yang telah diterbangkan ke Timika, kata Brigjen Pol Faizal, setelah dilakukan proses identifikasi dan autopsi dan pemulasaraan selesai, akan diberangkatkan ke Jakarta untuk diserahkan kepada pihak keluarga.

“Alhamdulillah, pagi ini pasukan sudah masuk dan mengamankan lokasi serta fokus pada sterilisasi area dan memastikan situasi benar-benar kondusif,” kata Kaops Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani.

Baca juga: IPI kecam aksi penembakan terhadap pilot Smart Air di Papua

Baca juga: TNI-Polri berhasil evakuasi jenazah pilot Smart Air ke Timika

Baca juga: KSAD tunggu perintah Mabes TNI terkait penembakan pesawat di Papua

Pewarta: Evarukdijati
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.