Penetapan status siaga darurat tersebut berdasarkan hasil rapat pihaknya bersama instansi terkait
Pekanbaru, (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Riau menetapkan status siaga darurat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) mengingat kondisi yang sudah memasuki musim kemarau dan kejadian kebakaran sejak awal tahun yang sudah mencapai ratusan hektare.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal mengatakan, bahwa surat keputusan penetapan status itu sudah diteken oleh Plt Gubernur Riau SF Hariyanto. Status berlaku per Jumat (13/2) hingga 30 November 2026.
“SK penetapan status siaga darurat karhutla Provinsi Riau sudah diteken oleh Pak Plt Gubernur. Siaga darurat karhutla di Riau dimulai 13 Februari hingga 30 November 2026,” katanya di Pekanbaru, Jumat.
Penetapan status siaga darurat tersebut juga berdasarkan hasil rapat pihaknya bersama instansi terkait. Mulai dari Forum komunikasi Pimpinan Daerah Riau dan juga pihak-pihak terkait lainnya.
Baca juga: Populer, pengelolaan sampah naik hingga 108 DAS butuh rehabilitasi
Setelah penetapan status ini pihaknya akan langsung meminta dukungan dari pemerintah pusat untuk penanganan karhutla. Hal itu berupa helikopter "water bombing", patroli dan juga operasi modifikasi cuaca.
“Kami akan segera kirimkan surat ke pemerintah pusat melalui BNPB untuk meminta dukungan helikopter baik 'water bombing' dan patroli. Termasuk juga kegiatan operasi modifikasi cuaca,” sebutnya.
Sebelumnya, karhutla telah meluas di Provinsi Riau pada 10 kabupaten/kota. Pihaknya mencatat karhutla pada awal 2026 dengan luasan 182,76 ha dengan 848 titik panas dan titik api sebanyak 79.
Sebanyak 10 daerah yang sudah terjadi karhutla tersebut yakni Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu (Inhu), Inhil, Kuantan Singingi (Kuansing), serta Kota Dumai dan Pekanbaru.
Untuk karhutla di Kota Dumai, lanjutnya, hingga saat ini tercatat seluas 19,52 ha, Bengkalis (65,51), Kepulauan Meranti (7,90), Siak (9,55), Pekanbaru (11,58), Kampar (8,50), Pelalawan (21), Inhu (1,20), Inhil (36,50), dan Kuansing (1,50).
Baca juga: Kalbar dikepung karhutla, BNPB: 435 hektare lahan mineral terbakar
Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.