Jakarta (ANTARA) - Sekjen PDI Perjuangan (PDIP) Hasto Kristiyanto menegaskan perayaan Imlek 2026 adalah momentum refleksi untuk memperkuat spirit gotong royong kebangsaan dan solidaritas sosial di tengah berbagai tantangan global dan nasional, termasuk bencana alam yang terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

"Kita perlu memperkuat gotong royong sebagai karakter bangsa. Dalam semangat Imlek, mari kita pererat persaudaraan dan saling mendukung. Termasuk membantu saudara kita yang terkena bencana. Imlek bukan hanya perayaan budaya, tetapi momen memperkuat persatuan, solidaritas sosial, dan toleransi di Indonesia," kata Hasto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Hasto mengingatkan Indonesia dibangun dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika, di mana seluruh warga negara, tanpa memandang latar belakang suku, agama, ras, dan budaya, memiliki hak dan tanggung jawab yang sama dalam memajukan bangsa.

Oleh karena itu, PDI Perjuangan konsisten mendukung penghormatan terhadap kebebasan beragama dan pelestarian kebudayaan sebagai bagian dari jati diri bangsa.

PDI Perjuangan berkomitmen menjaga ruang kebangsaan yang inklusif, toleran, dan berkeadilan sosial. Karena PDI Perjuangan merupakan rumah kebangsaan Indonesia Raya.

"Ibu Megawati Soekarnoputri selalu mengajarkan agar kita harus selalu mengggelorakan semangat kebangsaan semangat Indonesia untuk semua. Indonesia dibangun oleh semuanya dengan cara gotong royong termasuk juga etnis Tionghoa," ujar Hasto.

Menutup keterangannya, politisi asal Yogyakarta itu menyuarakan harapan Imlek 2026 hadir dengan membawa keberkahan, kesehatan, dan kemajuan bagi seluruh rakyat Indonesia.

"Semoga Tahun Baru Imlek 2026 membawa keberkahan, kesehatan, dan kemajuan bagi seluruh rakyat Indonesia. Semoga di tahun yang baru ini, kita semua diberikan kekuatan untuk terus bekerja demi kesejahteraan rakyat dan kejayaan Indonesia. Gong Xi Fa Cai," tutur Hasto.

Pewarta: Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.