Brebes (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan percepatan penanganan warga terdampak tanah bergerak di Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog, Kabupaten Brebes termasuk akan membangun hunian sementara (huntara) di lokasi yang telah direkomendasikan aman secara teknis.
"Untuk tanah gerak ini yang bisa dilakukan adalah memindah orang dan barang," ujar Gubernur Jateng Ahmad Luthfi saat meninjau langsung lokasi pengungsian sekaligus memimpin Rapat Penanganan dan Penyerahan Bantuan di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al Munawir Sirampog, Kabupaten Brebes, Rabu.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Brebes, sekitar 143 rumah terdampak dengan rincian 10 rumah rusak berat, dan 124 rumah lainnya dalam kondisi terancam.
Selain itu, juga ada dua tempat ibadah dan dua fasilitas pendidikan turut terdampak, serta akses utama jalan desa sepanjang kurang lebih 700 meter juga ambles.
Baca juga: Tanah bergerak: Dari retakan kecil ke ancaman besar
Kondisi terkini menunjukkan pergerakan tanah masih aktif akibat tingginya curah hujan di wilayah perbukitan Sirampog dengan arah longsoran bergerak ke barat daya dengan potensi pergerakan susulan yang masih tinggi pula.
Saat ini, sebanyak 175 keluarga atau 532 jiwa terdampak di Dukuh Bojongsari, Desa Sridadi, Kecamatan Sirampog harus mengungsi karena pergerakan tanah dilaporkan belum sepenuhnya berhenti.
Ahmad Luthfi meminta kepada warga agar tidak kembali ke rumah masing-masing karena kondisinya masih berbahaya.
Pemerintah Provinsi Jateng, kata dia, telah berkoordinasi dengan Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) yang merencanakan membangun hunian sementara di lahan petak 34G milik KPH Perhutani Pekalongan Barat.
Sementara itu, tempat pengungsian warga terdampak bencana dipusatkan di Pondok Pesantren Bahrul Qur’an Al-Munawir serta mendirikan dapur umum dengan menggunakan anggaran belanja tidak terduga.
Baca juga: Pemprov Jateng kaji geologi lahan huntara korban tanah gerak
Pada kesempatan itu, Gubernur juga menyalurkan bantuan Rp175,97 juta yang berasal dari BPBD Jateng sebesar Rp18,24 juta, Dinas Sosial Rp90,77 juta, Dishanpan Rp18 juta, Dinas Kesehatan Rp11,77 juta, Dinas Pendidikan Rp27 juta, dan PMI Rp10,19 juta.
Bupati Brebes Paramitha Widya Kusuma mengapresiasi respons cepat Pemprov Jateng pada penanganan bencana di wilayahnya.
"Terima kasih banyak atas bantuan dan penanganan yang cepat. Masyarakat tidak perlu khawatir lagi, kita gotong royong, semua sudah disiapkan oleh dinas Provinsi Jawa Tengah," katanya.
Pengungsi Susi Susanti mengaku dirinya harus mengungsi bersama tiga anaknya termasuk membawa bayi yang masih berumur 10 bulan.
"Kami berharap bantuan kebutuhan bayi seperti pampers, sabun, minyak telon, dan perlengkapan mandi tetap tersedia di pengungsian dan direlokasi ke lokasi yang lebih aman," katanya.
Baca juga: Tanah bergerak, "sinkhole", dan "creeping" sebagai alarm
Baca juga: Pemprov Jateng: Tanah bergerak di Tegal karena fenomena "creeping"
Pewarta: Kutnadi
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.