Jakarta (ANTARA) - Panglima Korps Marinir (Pangkormar) Letnan Jenderal TNI (Mar) Endi Supardi mengevaluasi tata cara pemilihan tempat latihan demi menjaga keselamatan para prajuritnya.
Hal tersebut dikatakan Endi berkaitan dengan tewasnya prajurit Marinir karena tertimpa timbunan tanah longsor saat sedang menggelar latihan di Cisarua, Bandung Barat, (24/1).
"Ini sedang dalam evaluasi. Nanti akan kita lebih dalam lagi. Kita komunikasikan dengan pimpinan yang pasti ini kan prosesnya alam," kata Endi saat jumpa pers di Markas Korps Marinir, Jakarta Pusat, Rabu.
Menurut Endi, pihaknya sudah memeriksa terlebih dahulu kondisi medan di Cisarua sebelum prajuritnya menggelar latihan di sana.
Pemeriksaan lokasi yang dinamakan orientasi medan itu dilakukan untuk memastikan jalur-jalur yang akan dipakai prajurit dalam latihan.
Namun demikian, pada saat itu curah hujan cukup tinggi sehingga menyebabkan lahan di atas bukit gembur dan mudah bergerak.
"Proses longsornya terjadi karena mungkin juga kondisi hutannya sudah mulai agak gundul," kata Endi.
Namun demikian, dia mengatakan semua terjadi karena proses alam yang sulit untuk diperkirakan. Dia berharap ke depan peristiwa naas tersebut tidak terjadi kembali.
Untuk diketahui, tercatat ada 23 prajurit TNI AL dari korps Marinir yang gugur dalam insiden tanah longsor di Cisarua, Bandung Barat, (24/1).
Mereka menjadi korban tanah longsor ketika sedang menggelar latihan di lokasi tersebut.
Dari 23 prajurit, 19 prajurit sudah diidentifikasi dan telah dipulangkan ke keluarga masing-masing. Sedangkan empat prajurit lainnya masih dalam proses identifikasi.
Pewarta: Walda Marison
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.