Jakarta (ANTARA) - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Thomas Djiwandono tampil perdana dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, dengan menegaskan bahwa ketahanan perbankan tetap kuat dalam menghadapi skenario tekanan eksternal, sebagaimana hasil dari liquidity stress test.
“Liquidity stress test telah dilakukan oleh Departemen Surveilans Makroprudensial, Moneter, dan Market (DSMM) di mana hasil stress test itu juga menunjukkan ketahanan perbankan terhadap skenario tekanan eksternal,” kata Thomas dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, Kamis.
Pada kesempatan yang sama, Thomas juga melaporkan bahwa bank sentral tengah mempersiapkan koordinasi lebih lanjut bersama pemangku kepentingan terkait guna memperkuat narasi pertumbuhan ekonomi Indonesia yang akan dikomunikasikan kepada investor maupun lembaga pemeringkat kredit.
“Saat ini kami juga sedang mempersiapkan koordinasi lebih lanjut, dalam hal ini dengan Kemenko Perekonomian, Kemenkeu, Danantara, dan bahkan OJK ke depannya untuk membangun sebuah narasi yang terpadu mengenai pertumbuhan ekonomi yang bisa dikhususkan terhadap investor maupun credit rating agency yang akan datang di kemudian hari,” kata Thomas.
Baca juga: BI: Modal asing masuk 1,6 miliar dolar AS, bantu stabilkan rupiah
Sebagaimana diketahui, pada 9 Februari lalu, Thomas resmi dilantik menjadi Deputi Gubernur BI Periode 2026-2031. Pada 26 Januari 2026, ia telah menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi XI DPR RI dan pada hari yang sama terpilih menjadi Deputi Gubernur BI.
Thomas sebelumnya memegang jabatan sebagai Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) sejak 18 Juli 2024 atau pada masa kepemimpinan Presiden Ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) hingga era Presiden Prabowo Subianto.
Sementara itu, Juda Agung mengajukan pengunduran diri dari jabatannya sebagai Deputi Gubernur BI kepada Presiden RI terhitung sejak 13 Januari 2026. Kini, Juda Agung mengemban jabatan Wamenkeu sejak dilantik pada 5 Februari 2026.
Dalam konferensi pers pada 28 Januari 2026, Thomas menyatakan dirinya mengambil peran komunikasi tanpa mengurangi independensi bank sentral.
Baca juga: BI: Kredit tumbuh 9,96 persen pada Januari, ditopang segmen investasi
Dia menjelaskan, peran yang ia maksud serupa seperti yang dia jalankan di Kemenkeu. Pada awal penugasannya di instansi bendahara negara ini, dia membantu Kemenkeu di era Presiden Joko Widodo menyusun anggaran pemerintahan presiden berikutnya.
Thomas membantah isu bahwa dirinya sejak awal sudah disiapkan untuk menjadi Gubernur BI.
Menyoal persepsi publik mengenai latar belakang politik dan keluarganya, Thomas menyatakan keduanya merupakan suatu fakta yang tidak bisa dihindari. Namun, dia berharap publik bisa melihat rekam jejak profesionalnya, termasuk dalam bidang keuangan.
Pewarta: Rizka Khaerunnisa
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.