Presiden ingin perkokoh hubungan bilateral dengan Hongaria

Presiden ingin perkokoh hubungan bilateral dengan Hongaria

Presiden Joko Widodo (kanan) berjabat tangan dengan Perdana Menteri Hongaria Viktor Orban (kiri) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (1/2). Kedua pemimpin negara tersebut bersama masing-masing delegasi melakukan pertemuan bilateral untuk meningkatkan kerja sama dalam bidang ekonomi digital, energi terbarukan, pengelolaan air, perdagangan dan investasi. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Kami menyambut baik dan mengucapkan selamat atas pertumbuhan ekonomi di atas standar negara-negara Eropa
Jakarta (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin memperkokoh hubungan bilateral dengan Hongaria khususnya dalam beberapa hal kerja sama prioritas antar kedua negara.

Presiden Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Senin, melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Hongaria Viktor Orban yang berkunjung ke Indonesia bersama delegasi dari negara itu.

Presiden Jokowi menyatakan ingin ke depan kerja sama kedua negara semakin kokoh.

"Saya ingin fokus pada beberapa hal isu kerja sama prioritas meski sudah disampaikan kepada Perdana Menteri dalam pertemuan sebelum bilateral ini, sudah selesai diskusinya karena sudah diputuskan beberapa hal yang berkaitan dengan water management, manajemen perkotaan, agriculture, solar energy, food processor, dan lain-lain," kata Presiden Jokowi.

Pada kesempatan itu, ia melakukan pertemuan bilateral didampingi sejumlah pejabat dan menteri Kabinet Kerja.

Presiden Jokowi menyatakan kunjungan PM Viktor Orban yang disertai hampir separuh anggota kabinetnya dan 50 pengusaha dari negara itu menunjukkan komitmen Hongaria yang kuat untuk memperkuat hubungan kerja sama dengan Indonesia.

Pada kesempatan pertemuan bilateral itu Presiden didampingi para pejabat di antaranya Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri ESDM Sudirman Said, Menristekdikti Mohammad Nasir, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti.

Sementara itu, PM Viktor Orban mengatakan sangat berterima kasih atas sambutan yang diberikan Presiden RI.

"Kami menyambut baik dan mengucapkan selamat atas pertumbuhan ekonomi di atas standar negara-negara Eropa," katanya.

Pihaknya juga mengapresiasi Indonesia sebagai negara yang memiliki prospek cerah dan sebagai member G-20 sekaligus pemain besar dalam perekonomian global.

Ia juga mengingat bagaimana Indonesia seperti halnya Prancis mampu bertahan dari teror.

Setelah pertemuan bilateral ditandatangani nota kesepahaman bersama atau Memorandum of Understanding/MoU) di bidang perikanan dan budidaya serta di bidang program pertukaran pendidikan tinggi.

Pewarta: Hanni Sofia Soepardi
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2016

Presiden soroti 3 masalah pendidikan di Indonesia

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE

Komentar