Jakarta (ANTARA) - TNI AU berupaya memperkuat pemahaman ideologi Pancasila bagi seluruh jajaran prajurit dan perwira dengan menggandeng Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).

Dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, dijelaskan kerja sama pembinaan ideologi Pancasila itu dilakukan saat Kepala Dinas Pembinaan Metal TNI AU (Kadisbintalau) Marsma TNI Jaetul Muchlis bertemu dengan Pelaksana Tugas Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan Adhianti di kantor BPiP, Jakarta, Jumat (20/2).

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, mengatakan kerja sama itu dilakukan agar para jajaran TNI AU memiliki pemahaman ideologi Pancasila yang kuat sehingga dapat lebih maksimal dalam menjalankan tugas negara.

Dalam pertemuan tersebut menghasilkan beberapa poin kerja sama antara TNI AU dan BPIP antara lain pertama, pelaksanaan sosialisasi pembinaan ideologi Pancasila secara terstruktur di lingkungan TNI Angkatan Udara.

Kedua, penyiapan calon pengajar dari TNI AU yang akan memperoleh pelatihan khusus dari BPIP sesuai standar kurikulum yang berlaku. Ketiga, kata dia, kedua belah pihak sepakat menggelar program training of trainers (ToT) untuk para perwira TNI AU guna mencetak instruktur internal yang profesional dan berintegritas.

I Nyoman memastikan tiga poin kerja sama ini akan diaplikasikan TNI AU dan BPIP dalam waktu dekat.

Dengan adanya kerja sama ini, I Nyoman berharap para perwira maupun jajaran prajurit TNI AU dapat memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi dengan mendapatkan ilmu yang lebih dalam tentang ideologi pancasila.

"Diharapkan terwujud penguatan karakter prajurit TNI Angkatan Udara yang berlandaskan nilai-nilai luhur Pancasila, sekaligus mampu menangkal paham radikalisme dan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila," tutur dia.

Baca juga: TNI AD dan BPIP perkuat nilai Pancasila para prajurit

Baca juga: Kasal ingin jadikan TNI AL rumah besar Pancasila

Baca juga: Taruna Akademi TNI pembela dan pendukung Pancasila

Pewarta: Walda Marison
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.