Jakarta (ANTARA) - Wakil Direktur Utama (Wadirut) PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Oni Febriarto Rahardjo menargetkan laba bersih perusahaan pada tahun ini menembus Rp4 triliun.
“Dalam perencanaan bisnis tahun 2026 ini, kita merencanakan laba kita sudah tembus di angka Rp4 triliun. Tentunya ini yang membuat kami menjadi semangat gitu,” ungkapnya dalam agenda Economic Outlook & Chinese New Year 2026 di Jakarta, Senin.
Pada kesempatan tersebut, dia menerangkan bahwa BTN memiliki aset mencapai Rp500 triliun pada tahun 2025, dengan peningkatan laba hingga 15 persen mencapai Rp3,5 triliun, lebih tinggi dibandingkan rata-rata pertumbuhan lain yang di bawah 10 persen.
Begitu pula dengan pertumbuhan kredit dalam lima tahun terakhir yang sudah menembus rata-rata 10 persen.
“Kita kemarin (pertumbuhan kredit) kurang lebih di 11-12 persen,” ucap dia.
Tahun 2025, BTN juga memiliki anak usaha baru bernama Bank Syariah Nasional.
“Itu 99 persen dimiliki oleh BTN. Jadi, itu untuk pertama kali BTN punya anak usaha sendiri,” ujar Oni.
Sebelumnya, BTN melaporkan pembukuan pertumbuhan laba bersih konsolidasian sepanjang 2025 sebesar dua digit, yakni 16,4 persen (year-on-year/yoy), mencapai Rp3,5 triliun pada tahun 2025.
Laba bersih BTN dipicu oleh pendapatan bunga yang naik 23,0 persen yoy menjadi Rp36,3 triliun hingga akhir 2025. Di sisi lain, peningkatan pada beban bunga tercatat minim yaitu 0,4 persen yoy menjadi Rp17,9 triliun per akhir 2025.
Dari pencapaian itu, BTN membukukan pendapatan bunga bersih yang meningkat 57,5 persen menjadi Rp18,4 triliun pada akhir 2025 dibandingkan Rp11,7 triliun pada tahun 2024.
Baca juga: Penyaluran kredit perumahan BTN capai 5,97 juta unit sejak 1976-2025
Baca juga: BTN terus transformasi jadi bank modern, perkuat "beyond mortgage"
Baca juga: Laba bersih Pegadaian melonjak 42,6 persen jadi Rp8,34 triliun di 2025
Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.