Jakarta (ANTARA) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan seorang penyintas penyakit stroke meninggal dunia dalam peristiwa banjir yang melanda Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan di Jakarta, Selasa, mengatakan korban meninggal dunia setelah sebelumnya sempat dievakuasi ke rumah sakit saat wilayah tempat tinggalnya terendam banjir.
BNPB mengkonfirmasi hujan deras dengan durasi cukup lama yang berlangsung sejak Minggu (22/2) malam menyebabkan saluran drainase dan sungai meluap hingga merendam tiga kecamatan, yakni Polokarto, Mojolaban, dan Grogol.
Baca juga: Sejumlah titik di Kabupaten Sukoharjo banjir usai hujan deras
Selain korban meninggal dunia, kata dia, banjir juga memaksa sejumlah warga meninggalkan rumah untuk menghindari risiko yang lebih besar.
BNPB mencatat sebanyak 13 Kepala Keluarga (KK) mengungsi ke Desa Bakalan dan tanggul Dukuh Klatak. Pemerintah daerah menyiapkan lokasi tambahan untuk tenda pengungsian di Tanggul Jatiteken sebagai langkah antisipasi apabila debit air kembali meningkat.
Abdul Muhari mengungkapkan bahwa dampak kerusakan meliputi 46 rumah terdampak serta tujuh akses jalan tergenang. Kondisi tersebut sempat menghambat mobilitas warga dan distribusi bantuan.
Baca juga: 4.000 warga Sukoharjo mengungsi akibat meluapnya Sungai Bengawan Solo
Tim petugas gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama unsur terkait bersiaga melakukan asesmen cepat di lapangan untuk memperbarui data dampak dan kebutuhan mendesak warga terdampak.
BNPB mengimbau masyarakat di wilayah rawan banjir untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi dan durasi panjang, serta segera mengikuti arahan petugas apabila diminta mengungsi demi keselamatan.
Baca juga: Kepala BNPB sebut logistik harus jadi fokus saat bencana
Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.