Jayapura (ANTARA) - Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin mengatakan bahwa Polda Papua siap membantu TNI-AU mengamankan 11 lapangan terbang yang akan kembali beroperasi.

Sebelumnya Kementerian Perhubungan menutup 11 lapangan terbang di Tanah Papua sebagai dampak penembakan pesawat yang menewaskan pilot dan kopilot Smart Air di Korowai Batu.

"Polda Papua siap membantu TNI-AU mengamankan lapter yang sebelumnya ditutup," kata Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin kepada Antara, Selasa di Jayapura.

Dikatakan dia, pengamanan lapangan terbang maupun bandara itu dilakukan TNI-AU melalui Satgas Kopasgat dan Polri membantu mengamankan kamtibmas di wilayah itu.

"Mudah-mudahan 11 lapter yang sebelumnya ditutup, dapat dibuka kembali sehingga masyarakat mendapat pelayanan mengingat pesawat menjadi satu-satunya transportasi dari dan ke wilayah itu," kata Kapolda Papua Irjen Pol Patrige Renwarin.

Komandan Pangkalan Udara Silas Papare Marsma TNI Mokh. Mukhson mengatakan bahwa pihaknya telah merekomendasi 11 lapangan terbang yang sebelumnya ditutup agar dibuka dan beroperasi kembali.

"Kami siap mengamankan lapangan terbang yang sebelumnya ditutup setelah kasus penembakan terhadap pesawat Smart Air hingga menewaskan pilot dan kopilot di Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan," kata Danlanud Silas Papare Marsma TNI Mukhson

Menurut dia, rekomendasi dibukanya kembali operasional 11 lapangan terbang itu dilakukan dengan memberikan jaminan keamanan.

TNI-AU melalui Satgas Kopasgat siap mengamankan operasional penerbangan di 11 lapangan terbang yang saat ini ditutup. Llapangan terbang ditutup di Tanah Papua karena rawan gangguan keamanan yaitu Satuan Pelayanan (satpel) Korowai Batu, Bandara Bomakia, Satpel Yaniruma, Satpel Manggelum, Lapter Kapiraya, Lapter Iwur, Lapter Fawi, Lapter Dagai, Lapter Aboy, Lapter Teraplu dan Lapter Beoga, kata Marsma TNI Mukhson.

Pewarta: Evarukdijati
Editor: Hisar Sitanggang
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.