Malang, Jawa Timur (ANTARA) - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan menjamin Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan menyerap secara maksimal seluruh produksi telor ayam yang ada di tingkat peternak rakyat.

Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas saat sesi dialog bersama peternak rakyat di Desa Kambingan, Kecamatan Tumpang, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Selasa, mengatakan setiap telor ayam yang diserap SPPG akan dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan baku Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Telor itu satu hari memerlukan 82,9 juta butir, tidak usah khawatir telor ayam pasti diserap SPPG," kata Zulhas.

Kebutuhan 82,9 juta butir telor ayam tersebut menyesuaikan target 82,9 juta penerima manfaat program MBG pada 2026.

Hal yang sama, kata Zulhas, yakni SPPG mampu menyerap seluruh produksi daging ayam dari peternak rakyat untuk memenuhi kebutuhan pasokan baku MBG.

"Ayam itu satu hari perlu 82,9 juta potong daging," ujar dia.

Ia mengatakan optimistis bahwa keberadaan SPPG mampu memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan hidup peternak rakyat.

"Peternak harus untung, karena sebetulnya usaha ayam ini usaha rakyat, bukan konglomerat. Masa depannya cerah dan terang benderang," ujar dia.

Pada kesempatan tersebut, Zulhas juga menyampaikan pemerintah saat ini telah memiliki strategi guna meningkatkan produksi daging dan telor ayam sehingga bisa memenuhi kebutuhan protein puluhan juta penerima manfaat, yaitu mengembangkan hilirisasi ayam terintegrasi.

Pada tahap pertama total ada enam titik yang sudah dilakukan groundbreaking, yaitu di Kabupaten Malang, Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Bone, Kabupaten Paser, Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Sumbawa.

Ekosistem yang dibentuk itu meliputi penguatan pembibitan ayam, mulai dari grand parent stock, parent stock, final stock, hingga pakan.

"Sekarang seminggu memberikan satu telor, ayam satu minggu sekali atau dua kali tidak boleh karena harganya bisa tidak terkontrol. Makanya ada campur-campur, seperti ikan," ujar dia.

Pewarta: Ananto Pradana
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.